10 Gim dan Aplikasi Paling Kontroversial di 2020

Tahun 2020 bisa dibilang menjadi tahun yang sangat berat bagi penduduk dunia. Bagaimana tidak, di tahun ini kita dipaksa bekerja, belajar, dan beraktivitas di rumah agar terhindar dari pandemi Covid-19.

Berbekal segala sesuatu yang mengandalkan internet, kita terpaksa melakukan aktivitas yang biasanya kita lakukan dari rumah. Dari sini, beberapa aplikasi seperti Zoom, Google Meet, hingga Ruangguru sangat terasa kehadirannya bagi pelajar hingga pekerja.

Omong-omong soal aplikasi, di 2020 banyak sekali aplikasi hingga gim yang kontroversial. Beberapa aplikasi dan gim menjadi perbincangan karena mendapatkan pembaruan yang merugikan konsumen, ada juga yang memang mendapatkan masalah.

Politwika sudah merangkum 10 gim dan aplikasi yang kontroversial di 2020. Penasaran? Tetap baca artikel ini hingga selesai ya.

  1. ToTok yang memata-matai penggunanya.

ToTok (ya, kalian tidak salah baca, dan saya tidak typo) adalah sebuah aplikasi perpesanan yang sangat populer di beberapa negara. Namun di tahun ini, ToTok terpaksa ditangguhkan oleh Google Play Store sejak Januari setelah surat kabar New York Times membeberkan fakta yang kuat bahwa aplikasi ini menjadi mata-mata bagi pemerintah Uni Emirat Arab.

  1. Google Photos menghapus backup tak terbatas

Ya, ini merupakan bencana bagi kalian yang suka mem-backup foto hingga video di Google Photos. Setelah bertahun-tahun memanjakan para menggunanya, akhirnya di tahun ini Google membatasi atau menghapus auto backup di aplikasi tersebut. peraturan baru ini akan dijalankan per 1 Juni 2021. Jadi, masih ada waktu untuk kalian mencari aplikasi gratis dan tidak terbatas untuk mem-backup foto dan video.

  1. Google memblokir 600 aplikasi

Memang, Google selalu berupaya menjadikan Google Play aman untuk para penggunanya. Bahkan, Google Play Protect sendiri telah mencegah lebih dari satu miliar pengintalan malware per tahun. Di 2020, Google Play Protect setidaknya  sudah memblokir 600 aplikasi yang hampir tidak ada manfaatnya, termasuk aplikasi pembersih ruang penyimpanan.

  1. India melarang aplikasi asal Tiongkok

Di 2020, India dan Tiongkok menghadapi beberapa perbedaan politik. Dampaknya adalah diblokir massalnya gim dan aplikasi Tiongkok oleh pemerintah India. Beberapa gim dan aplikasi yang diblokir pemerintah India adalah UC Browser, WeChat, Tiktok, hingga PUBG Mobile.

  1. Pengambilan paksa data pribadi oleh Komisi Perdagangan Federal AS

The Verge beberapa waktu lalu pernah menuliskan dalam laporannya bahwa Federal Trade Commission (FTC) atau Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat memerintahkan beberapa layanan daring seperti TikTok, YouTube, hingga Facebook agar diberikan data pribadi para penggunanya. Selain itu, FTC juga ingin mengetahui bagaimana setiap perusahaan menggunakan data tersebut untuk menayangkan iklan, mempelajari keterlibatan pengguna, dan bagaimana algoritma mereka bekerja.

  1. Dukung YouTube Music, Google Hentikan Google Play Music

Mulai tahun ini, YouTube mengeluarkan layanan baru mereka, yakni YouTube Music. Namun ini mengorbankan Google Play Music yang terpaksa harus dihentikan untuk menyukseskan layanan baru YouTube itu. Terhitung mulai 4 Desember, Google Play Music sudah benar-benar ditutup untuk semua penggunanya. Ah, maksudnya mantan penggunanya.

  1. Google dan Apple bekerja sama hadapi Covid-19

Sejak awal 2020, Covid-19 menjadi ancaman bagi semua penduduk bumi. Kita dipaksa berhati-hati, selalu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.Sementara itu, dua raksasa teknologi, Google dan Apple, bekerja sama untuk membuat sebuah interface untuk melacak siapa yang terjangkit dan siapa yang terpapar Covid-19.

  1. Zoom!

Ketika semua orang terpaksa #dirumahaja, konferensi video menjadi salah satu solusinya, dan Zoom yang menjadi pemenangnya. Karena sangat simpel dan mudah digunakan, banyak sekali perusahaan, sekolah, hingga organisasi menggunakan aplikasi ini untuk konferensi video. Ya, Zoom, kamulah pemenangnya.

  1. Pemerintah AS vs TikTok

Selain Embargo Amerika Serikat terhadap Huawei, TikTok bisa dikatakan juga terkena imbas dari perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang dimulai tahun lalu. Pemerintah AS khawatir perusahaan induk TikTok, ByteDance, akan menyerahkan data sensitif pengguna asal AS kepada pemerintah Tiongkok. Sementara itu, aplikasi tersebut dilarang di beberapa negara karena “konten tidak bermoral” dan masalah lainnya.

  1. Epic Games vs Google & Apple

Para gamers pasti tidak asing dengan isu ini. Perseteruan Epic Games yang menerbitkan gim Fortnite dengan Google dan Apple sebetulnya sudah terjadi selama beberapa tahun. Dimulai saat Fortnite diluncurkan di iOS. Namun akhirnya bermigrasi ke Google Play pada awal 2020.

Beberapa saat kemudian, Epic Games mencoba untuk menghindari potongan 30% dalam metode pembayaran Apple dan Google dari pengembang. Akibatnya, Apple mengeluarkan Fortnite dari App Store diikuti dengan cepat oleh Google. Siapa bilang gamers nggak suka drama?

Sumber

Related Posts