4 Tips Bermedsos Untuk Kesehatan Mental

Kita sering mendengar bahwa banyak orang yang harga dirinya direndahkan di media sosial. Kita juga sering mendengar tentang bagaimana medsos memberikan kebiasaan yang tidak sehat, seperti kecanduan berkelanjutan, kecemburuan, dan tidak percaya diri karena terlalu membandingkan diri dengan orang lain. Menurut data UNICEF pada tahun 2016, sebanyak 41 hingga 50 persen remaja di Indonesia dalam rentang usia 13 sampai 15 tahun pernah mengalami tindakan cyberbullying.

Baru-baru ini pun terdapat sebuah studi yang menemukan bahwa dibandingkan dengan lima medsos populer lainnya, Instagram menempati urutan pertama sebagai media sosial terburuk bagi kesehatan mental seseorang. Studi yang dilakukan Royal Society for Public Health (RSPH) Inggris ini adalah hasil survei dengan 1.500 responden berusia 14-24 tahun, dan menemukan bahwa Instagram membuat anak muda merasa harga dirinya rendah, kondisi tubuh yang buruk, dan kurang tidur.

Salah satu contoh yang sempat menjadi sorotan adalah kasus bunuh diri Elva Lestari siswi SMAN 1 Bangkinang, Riau yang diejek teman-temannya dengan sebutan ‘anak orang gila’. Sempat minta pindah sekolah, akhirnya ia memilih untuk bunuh diri tenggelam menceburkan diri ke Sungai Kampar.

Perlu kita ingat bahwa penggunaan medsos yang buruk seperti cyberbullying dapat membawa dampak buruk juga bagi psikologis penggunanya. Namun, di mana ada sisi buruk pasti ada sisi baik juga. Termasuk media sosial yang memiliki manfaat untuk kebaikan emosional kita. Media sosial pada dasarnya tidak buruk bagi kesehatan mental, hanya saja bagaimana cara kita menggunakan medsos agar menjadi positif dan menggembirakan jika digunakan dengan cara yang benar. Lalu, bagaimana cara menggunakan medsos yang baik bagi kesehatan mental?

1. Bergabung dengan komunitas
Dalam media sosial tidak hanya tentang berinteraksi dengan lingkungan sekolah, kerja, maupun rumah secara online. Namun, juga ada komunitas yang beranggotakan orang-orang dari seluruh penjuru. Cobalah untuk bergabung dengan komunitas yang memiliki ketertarikan yang sama, kemudian berinteraksi secara asyik.

2. Membangun potensi diri
Ketika kamu sudah tergabung dalam komunitas online, kamu juga menciptakan sebuah identitas diri yang tumbuh dari pengalaman dan cara kamu berinteraksi di komunitas tersebut. Media sosial memungkinkan seseorang untuk mengeksplorasi kepentingannya saat terlibat dengan komunitas digital, ini dapat membentuk meningkatnya harga diri, kepercayaan diri dan membuat orang merasa terdorong dalam mengejar tujuan mereka.

3. Terlibat dalam masalah yang kamu pedulikan
Mencari sebuah organisasi sukarela di media sosial kini sudah lebih mudah dan efesien. Ikut tergabung dalam organisasi sukarela favorit atau volunteer juga dapat meningkatkan optimisme mengenai suatu yang kamu percayai. Selain itu, platform media sosial utama seperti Twitter dan Facebook mendorong publisitas tentang hal apa yang kamu sukai, menyebarkan berita tentang kejadian penting terkini.

4. Menyebarkan sukacita
Media sosial adalah sarana yang baik untuk menyebarkan informasi yang lebih positif. Coba gunakan media sosial untuk membagikan hal-hal yang menggembirakan dan lucu, jangan cerita tentang bagaimana kesedihan atau kesialan kamu hari ini. Usahakan pula untuk tidak terlalu banyak mengkritik seseorang dan marah-marah yang membara. Cobalah untuk membagikan video binatang lucu atau lawakan bersama teman.

Nah, itu tadi beberapa cara bermedsos untuk tetap positif dan sehat secara mental. Gunakan medsos untuk tetap berhubungan dengan keluarga dan teman, memperkuat rasa komunitas, membangun potensi dan kepercayaan diri sendiri, maka semua itu akan membuat kita lebih optimis. Ayo, gunakan media sosial dengan positif!

 

Sumber:

http://socialmediaexplorer.com/content-sections/cases-and-causes/5-ways-social-media-can-actually-help-mental-health/

https://www.rsph.org.uk/about-us/news/instagram-ranked-worst-for-young-people-s-mental-health.html

https://kumparan.com/destine-lofianti1514822197863/spread-love-stop-hate-on-social-media

Related Posts