5 Bahasa Gaul yang Kini Viral di Medsos

Bahasa merupakan unsur yang sangat penting dalam berkomunikasi. Sejak kecil setiap orang sudah diajarkan berbahasa oleh para orang tua, agar si anak dapat berkomunikasi dengan baik saat dewasa.

Seiring perkembangan zaman, bahasa pun tidak terfokus pada bahasa nasional dan bahasa daerah saja, tapi juga bahasa gaul. Biasanya, bahasa gaul digunakan oleh anak-anak muda.

Bahasa gaul pun terus-menerus dipakai hingga kini di tiap zamannya oleh para anak muda. Terlebih dengan adanya media sosial (medsos) seperti Twitter, Facebook, Instagram, dll, bahasa gaul pun menjadi viral dan dipakai dimana-mana.

Kali ini, kami akan menggolongkan 5 bahasa gaul yang viral di medsos beserta asal usulnya. Yuk disimak!

  1. Bahasa Prokem (Preman)

Bahasa Prokem mulai digunakan oleh anak muda di tahun 1960 hingga 1970-an. Bahasa Prokem diyakini berasal dari obrolan preman untuk berkomunikasi satu sama lain secara rahasia. Bahasa ini ditandai oleh kata-kata Indonesia atau dialek Betawi yang dipotong dua fonemnya yang paling akhir disisipi bentuk –ok-.

Contoh: Bokap (bapak), nyokap (ibu), brokap (berapa), sokap (siapa), soket (setan), dll.

  1. Boso Walikan (Bahasa Terbalik)

Boso Walikan (Osob Kiwalan) juga dikenal dengan nama Dialek Malang. Bahasa ini adalah sebuah dialek Jawa yang awalnya dituturkan di Malang. Dialek ini hanya membalikkan posisi huruf pada kosakata bahasa. Boso Walikan berasal dari pemikiran para pejuang tempo dulu, yaitu Gerilya Rakyat Kota (GRK). Bahasa ini dianggap sebagai keperluan untuk menjamin kerahasiaan dan juga sebagai identitas kawan atau lawan.

Seiring perkembangannya, Boso Walikan juga dipakai hingga kini, bahkan meluas ke hampir di seluruh Indonesia. Media sosial pun punya andil besar untuk dikenalnya bahasa ini.

Contoh: Kuy! (yuk!), tikas (sakit), sabi (bisa), kepsir (rispek/respect), tubir (ribut), karon (norak), dll.

  1. Bahasa Singkatan

Secara sederhana, Bahasa Singkatan merupakan kata yang disingkat agar lebih mudah diucapkan. Sama seperti bahasa-bahasa lain, Bahasa Singkatan digunakan sebagai kode rahasia sekelompok anak muda. Bahasa ini sejak dulu dipakai oleh anak-anak muda, terlebih di kota-kota besar.

Contoh: mager (males gerak), gaje (gak jelas), akamsi (anak kampung sini), warlok (warga lokal), baper (bawa perasaan), kudet (kurang update) dll.

  1. Bahasa Alay

Tidak bisa dipungkiri, bahasa alay pernah menjadi pembicaraan dan sangat viral di media sosial. Bahasa Alay terbentuk karena perilaku alay remaja Indonesia. Alay sendiri adalah singkatan dari “anak layangan” atau “anak lebay”. Istilah ini merupakan stereotipe yang menggambarkan gaya hidup norak atau kampungan.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, ciri-ciri Bahasa Alay, terutama tulisannya, sangat berbeda dengan bahasa biasa. Biasanya, Bahasa Alay menggunakan kombinasi huruf kapital, huruf kecil, dan angka.

Saran dari kami, sebaiknya jangan terlalu sering menggunakan Bahasa Alay. Selain membingungkan orang yang membaca, ternyata Bahasa Alay juga membuat mata perih!

Contoh: iyYa (iya), ajj (aja), dEcH (deh), dll.

  1. Bahasa Khas Warganet

Bahasa Khas Warganet (netizen) merupakan bahasa yang viral di medsos. Pencetus bahasa ini juga berasal dari warganet. Kosakata khas warganet tersebut pun dipakai dan dibicarakan di dunia maya, maupun dunia nyata. Menurut pemantauan kami, bahasa ini akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu.

Contoh: Tercyduk (terciduk, tertangkap basah), YOLO (You Only Lived Once/kamu cuma hidup sekali), OOTD (Outfit Of The Day/pakaian hari ini), kids jaman now (anak zaman sekarang), chillique (cilik), dll.

Jadi, bahasa mana yang sering kalian pakai saat bermain medsos? Jangan gunakan bahasa alay ya, guys!

Related Posts