5 “Gangguan Jiwa” Akibat Kecanduan Gadget

5akibatgadget(PoliTwika) Berapa jam sehari kamu menghabiskan waktu dengan gadget-mu? Menurut riset University of Derby, rerata pengguna gadget menghabiskan 3,6 jam sehari berkutat dengan gadget-nya. Riset yang dilakukan Dr. Hussain dan tim ini juga menguak kaitan narsisme dengan penggunaan gadget. “Ada kaitan antara narsisme dan kecanduan gadget. Makin narsis seseorang, makin dia kecanduan gadget,” demikian kata profesor psikologi ini.

Fenomena kecanduan gadget ini ternyata juga menguak kondisi psikologis lain. Bukan hanya narsis saja, seorang yang tak bisa lepas dari gadget-nya cenderung punya gangguan psikologis. Tim ilmuwan University of Missouri berusaha meneliti kenapa banyak orang sulit terpisahkan dari gadget-nya. Jangankan terpisahkan, setiap gadget lowbat saja lho orang yang panik.

Kekawatiran terpisah dari gadget, kehilangan sinyal, kehabisan baterai, makin sering diderita pengguna gadget. Rasa panik, cemas, dipicu oleh ketakutan terpisahkan dari orang lain, itulah sebenarnya yang dialami oleh para pecandu gadget. Kecanduan gadget ini bisa memicu beberapa risiko berbahaya:

  1. Kecemasan berlebihan.

Rasa cemas ini bisa memicu kenaikan tekanan darah. Yang paling parah, penderita kecemasan bisa kehilangan kemampuan kognitif. Kalau sudah begitu, mereka tidak mampu menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

Russell Clayton, pemimpin riset tersebut, menyatakan, “Gadget sudah menjadi bagian dari diri penggunanya, yang jika terpisahkan akan memancing pengalaman psikologis negatif.”

  1. Kecelakaan mematikan

Kecanduan gadget juga bisa merengut nyawa penggunanya dan orang lain. Seseorang yang sudah kecanduan gadget akan tetap bermain gadget saat dia berkendara. Dan tentu saja ini sangat membahayakan dirinya dan orang-orang sekitar. Data teranyar dari Hudgell, sebanyak 22% kecelakaan fatal disebabkan oleh pemakaian gadget saat berkendara.

  1. Tempramental

Orang yang kecanduan sesuatu berpotensi berperilaku buruk. Menurut studi University of Baylor, pecandu gadget lebih labil emosinya, dan temperamental. Segala hal yang terjadi pada gadget-nya akan mempengaruhi suasana hati, dan berimbas ke orang-orang sekitarnya. Misalnya dia menerima pesan negatif di gadget, akan langsung memengaruhi suasana hatinya.

  1. Kurang beretika

Ini pasti sering kita alami. Sedang berbicara dengan seseorang, mendadak dia mengambil gadget, lalu perhatiannya beralih ke gadget. Orang yang sudah kecanduan gadget akan menganggap apa yang terjadi di gadget adalah segalanya. Mereka lebih tertarik pada gadget ketimbang orang di hadapannya. Sudah pasti ini mengganggu sekali. Seperti tidak kenal etika ya rasanya?

  1. Selfie berujung tragedi

Sekilas, selfie dan narsisme tidak berbahaya. Tunggu dulu, sudah banyak lho orang yang celaka akibat selfie yang tidak berhati-hati. PoliTwika pernah membahas ini di sini. Akibat sudah kecanduan gadget, sebentar-sebenar akan melakukan selfie. Dan selfie yang berlebihan juga sudah termasuk gangguan jiwa, dikenal dengan nama selfistis. Hal itu pun pernah dibahas di artikel ini.

Related Posts