5 Tips Melindungi Anak dari Pedofil Cyber

cyber predatorKasus tertangkapnya Tjandra Adi Gunawan, bagian dari jaringan pedofilia internasional, membuat publik terkejut. Pria itu sudah mengumpulkan lebih dari 10.000 foto tak senonoh anak-anak Indonesia untuk dijual ke jaringan pedofilia dunia. Tjandra yang beraksi sejak 29 November 2013 sampai 24 Maret 2014 itu menyamar sebagai seorang dokter cantik di Facebook agar bisa membujuk korban mengirimkan foto selfie-nya.

Bagaimana agar anak-anak kita terhindar dari aksi para pedofil cyber? Berikut ada beberapa tips.

  1. Orang tua jangan gaptek

Orang tua sebisa mungkin paham bagaimana aturan main di media sosial, termasuk risiko dan bahaya yang mengancam. Maka sebaiknya orang tua jangan gagap teknologi, agar dapat memantau aktivitas anak-anaknya di media sosial.

  1. Jangan percaya 100%

Mayoritas orang tua bangga jika anaknya sudah melek teknologi dan mengoperasikan gadget di usia sangat belia. Bahkan anak TK dan SD sudah dipercayai untuk bermain gadget. Ingat, mereka hanya anak-anak, yang belum bisa dipercaya untuk menjaga dirinya sendiri. Jangan percayakan anak-anak TK, SD, bahkan SMP, untuk mengoperasikan gadget dan aktif di dunia maya 100%. Mereka masih tanggung jawab orang tua.

  1. Ceritakan kasus-kasus yang ada

Ceritakan ke anak tentang kasus-kasus aksi pedofil cyber atau pedofil di dunia nyata sudah ada. Camkan ke anak, bahwa internet bukan tempat yang aman, sebab para pedofil dan penjahat pun beraksi di sana.

  1. Berinteraksi dengan baik

Banyak anak yang diam-diam berkomunikasi dengan “orang asing”di media sosial, dan merahasiakan ke orang tua atau keluarganya. Ini terjadi akibat kurangnya interaksi antara orang tua dengan anak. Ajak mereka berinteraksi, ngobrol, melakukan aktivitas bersama, agar anak bisa merasakan perhatian yang cukup, sehingga tak butuh “teman rahasia”di dunia maya.

  1. Berteman dengan anak

Jadilah teman bagi anak Anda, baik di dunia maya maupun nyata. Bersikaplah bahwa Anda bukan orang tua yang galak, mengerikan, atau penuh larangan. Cobalah berteman dengan mereka, sedini mungkin. Dengan begitu anak akan bisa jujur dan terbuka tentang apa yang mereka alami di dunia maya.

Sumber gambar:sodahead.com/

 

Related Posts