5 Transformasi Logo yang Dianggap Gagal

Logo sebuah perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena hal tersebut merepresentasikan bagaimana visi dan misi perusahaan tersebut. Logo juga berperan sebagai pengingat dan menjadikan ciri khas sebuah perusahaan.
Tidak jarang terjadi perubahan untuk menjadikan logo lebih modern untuk sebuah perusahaan. Namun tidak semua logo baru dipandang lebih baik dari logo sebelumnya. Ada beberapa logo baru yang bisa dibilang gagal untuk merepresentasikan perusahaan, bahkan menjadi suatu kemunduran jika dibandingkan ke logo sebelumnya.
Berikut ini adalah lima transformasi logo yang bisa dibilang gagal dan banyak dikritik di media sosial.
[custom_heading center=”true”]1. Google[/custom_heading]
3050613-inline-i-6-googles-new-logo-copy
Google memutuskan untuk memperbarui logonya untuk yang keenam kalinya pada 1 September 2015. Pada logo tersebut, Google memakai font baru, yakni jenis Sans-Serif setelah sejak Oktober 1998 memakai logo dengan jenis huruf Baskerville.
Terlihat jelas pada huruf “g” yang terkesan sangat berbeda dari logo sebelumnya. Kini logo Google terlihat sangat biasa dan pada awal peluncuran, logo tersebut menuai banyak cibiran di medsos karena para netizen menganggap itu adalah sebuah kemunduran.
[custom_heading center=”true”]2. Facebook[/custom_heading]
WorstLogos2015-12
Facebook melakukan perubahan kecil pada logo untuk yang kesekian kalinya demi memodernisasi perusahaan. Logo baru Facebook terlihat dari perbedaan pada huruf “a” dengan logo sebelumnya. Jika sebelumnya logo Facebook terlihat lebih tebal, logo saat ini terlihat lebih ramping dengan font jenis Klavika.
Namun jarang orang yang menyadari perubahan tersebut. Logo tersebut juga banyak dikritik oleh netizen yang terlanjur lebih nyaman dengan logo lama.
[custom_heading center=”true”]3. Lenovo[/custom_heading]
Lenovo-Logos-old-a_3331629b
Lenovo menjadi salah satu produsen alat elektronik yang bersaing setelah berhasil membuat terobosan baru di bidang handphone. Produsen elektronik asal Tiongkok tersebut berhasil membuat handphone dengan kualitas terbaik, tapi dengan harga yang masih bisa dijangkau masyarakat menengah ke bawah.
Setelah menjadi salah satu produsen elektronik yang bisa bersaing di pasar Internasional, Lenovo memilih untuk mengganti logonya. Namun logo tersebut juga lebih banyak dikritik di medsos karena terlihat sangat biasa dan hanya ditambahkan kotak di sisi logo.
[custom_heading center=”true”]4. Microsoft Edge[/custom_heading]
windows10_edge_internetexplorer
Microsoft Edge merupakan sebuah browser pengganti Internet Explorer yang terdahulu dimiliki oleh Microsoft. Microsoft Edge diresmikan pada tanggal 29 Juli 2015 dan menjadi browser bawaan pada Windows 10.
Namun logo dan warna Microsoft Edge menuai kekecewaan dari para netizen karena terlihat sama persis dengan pendahulunya, Internet Explorer. Hal ini membuat para pengguna menilai Microsoft hanya mengganti nama Internet Explorer menjadi Microsoft Edge saja dan belum bisa move on dari Internet Explorer.
[custom_heading center=”true”]5. Instagram[/custom_heading]
new-instagram-logo
Belum lama ini, Instagram mengubah logo ikoniknya menjadi lebih berwarna. Sontak hal tersebut menuai banyak protes di dunia maya. Banyak pengguna Instagram yang tidak puas dengan logo barunya yang terkesan sangat sederhana.
Publik menganggap bahwa logo lama berupa ikon kamera retro sudah terlanjur tertanam di kepala mereka. Namun pihak Instagram beralasan bahwa perubahan tersebut untuk menjadikan produknya tampil lebih modern dan relevan dengan zaman.

Related Posts