4 Efek Buruk Layar Gadget pada Anak

zdf

Pernah merasa lelah, mata berkunang-kunang, tapi sulit tidur, setelah lama menatap layar gadget? Apalagi kalau sudah asik Twitter-an, main Candy Crush, atau Clash of Clans? Nah, kita saja yang orang dewasa bisa sangat tersiksa jika terlalu lama menatap layar gadget. Bagaimana dengan anak-anak?

Tak heran jika sebaiknya ortu membatasi penggunaan gadget pada anak. Sebab ada yang namanya Electronic Screen Syndrome (ESS), yaitu gangguan kurang tidur, isolasi sosial, masalah perilaku, dan rangsangan sistem saraf berlebihan. Sedemikian seriusnya EES ini, sampai American Academy of Pediatrics memberi panduan khusus untuk membatasi penggunaan gadget pada anak.

Menatap layar gadget berlebihan membuat sebagian area otak terganggu perkembangannya. Bagian itu adalah frontal lobe, bagian yang berfungsi mengontrol emosi, kemampuan memperhatikan sesuatu, dan memberi empati. Terus menerus menatap gadget membuat anak terputus dari kehidupan nyata.

Berikut 4 efek buruk layar gadget pada anak

  • Mengganggu pertumbuhan otak

Normalnya, otak anak tumbuh 300% di tahun pertama usianya. Tapi jika bayi-bayi usia dini sudah diberi gadget, maka otaknya jadi kurang terstimulasi. Memang banyak games menarik di gadget untuk bayi, namun paling ideal adalah mengajak bayi bermain dengan permainan nyata, bukan virtual. Pengalaman di dunia nyata tidak bisa digantikan oleg pengalaman dunia maya.

  • Layar gadget memperlambat kemampuan bicara

Cara terbaik melatih anak bicara adalah dengan mengajaknya berbicara langsung. Anak bisa langsung melihat ekspresi wajah, senyum, mendengar suara, intonasi, irama. Betul, ada banyak aplikasi edukasi di gadget, yang sebaiknya hanya diberikan pada saat sangat terpaksa. Entah itu games, video, musik di gadget, tidak akan bisa menggantikan manfaat interaksi langsung dengan manusia.

  • Layar gadget hambat anak belajar angka dan huruf

Lho kok bisa? Bukankah gadget punya aplikasi-aplikasi edukasi untuk anak belajar mengenal angka dan huruf? Betul sekali. Namun secanggih apapun aplikasi di gadget itu, tak akan pernah mampu menyamai kecanggihan manusia. Orang tua mampu mengucapkan 940 kata saat berbicara dengan anak kecil. Semua diucapkan dengan sempurna, dilengkapi dengan tatapan mata, sentuhan, dan kasih sayang. Jika anda berpikir bahwa anak akan belajar mengenal huruf dan angka dengan baik melalui gadget, maka anda salah besar. Tetap guru terbaik untuk itu adalah manusia, dalam hal ini orang tua, keluarga, atau guru. Ada stimulasi khusus pada manusia yang tak bisa digeser oleh kehadiran aplikasi-aplikasi canggih di gadget. Anak yang belajar mengenal huruf dan angka dari “sesama” manusia, akan lebih cepat menguasai dibanding yang belajar dari gadget.

  • Layar gadget pengaruhi kesehatan fisik dan mental

Jika pertumbuhan otak anak terhambat, otomatis akan berimbas ke kesehatan fisik dan mental. Seperti disebut tadi, bagian otak yang mengontrol emosi dan pemusatan akan terhambat perkembangannya. Emosi dalam hal ini saat erat kaitannya dengan mental. Bagaimana dengan fisik? Bayangkan kalau seorang anak kecil terbiasa duduk diam seharian bermain gadget, maka perkembangan motoriknya akan terganggu.

 

Nah, para ortu, sebelum memberikan gadget ke anak usia balita apalagi batita, sebaiknya pikir panjang dulu. Biarkan mereka tumbuh dan berkembang di dunia nyata, sebelum dunia maya menghambatnya.