Analogi Kencan dalam Interaksi di Medsos

analogikencan

Meski sudah 2015, tapi dalam dunia marketing masih saja ditemukan kekeliruan antara interaksi dan engagement. Alasannya sederhana, kebanyakan para marketers tidak pernah betul-betul memahami akar permasalahannya sehingga sulit bagi mereka untuk menyelesaikan kekeliruan ini.

Sejak eranya media sosial, phrase interaksi dan engagement seringkali terdengar oleh telinga kita. Dua phrase tersebut bisa dibilang sudah sangat familiar, tapi karena perbedaan di antaranya tidak cukup jelas, signifikansinya pun tidak bisa diperjelas dalam setiap perbincangan mengenai strategi. Nah, karena kekeliruan tadi maka muncullah guru media sosial yang menjual keahliannya

Pemahaman kampanye medsos yang salah dengan produk yang kurang bisa memahami apa yang media sosial bisa berikan ke mereka, nggak perlu kaget jika objektifnya malah nge-blur, apakah interaksi yang lebih penting atau engagement. Apakah targetnya sama atau tidak?

Coba bayangkan kalau kalian sedang melakukan kencan pertama. Kalian ketemuan, duduk berhadapan dengan si dia dan mulai dengan obrolan santai, terus mulai order makanan. Nggak ada interaksi lebih jauh, obrolan santai masih berlanjut tapi tetap nggak tepat sasaran. Kencan kalian tetap berjalan tapi setelahnya kalian pulang lain arah. Contoh itu adalah interaksi tapi nggak ada engagement, nggak ada yang spesial dan kalau hanya seperti itu ya kemungkinan nggak bakal ada juga kencan berikutnya.

Sekarang coba bayangkan kalau kencannya lebih intense dan berkualitas. Kalian berdua ngobrolin yang bikin kalian happy. Ada sesuatu yang ngebuat kalian jadi lebih dekat. Nah, dalam pengalaman ini, data dan konten di antara kalian (katakanlah seperti itu), lebih menyenangkan. Kalian jadi memiliki rencana untuk terus melakukan kencan dalam jangka panjang. Contoh ini lebih dari sekedar interaksi. Ada chemistry yang menyebabkan reaksi, hal ini juga membangun sebuah hubungan. Dalam hal ini terjadilah engagement.

Kalau sudah membayangkan dua skenario di atas, maka akan semakin mudah bagi kita untuk mengerti perbedaan di antara interaksi dan engagement dalam prakteknya untuk memasarkan produk di media sosial. Interaksi tentu tidak membawa seseorang kemana-mana, stuck. Namun engagement, membawa mereka ke pengalaman-pengalaman lainnya.

Namun interaksi adalah dasar dari keduanya. Engagement pun membutuhkan interaksi. Jadi, audience yang sudah kena nih istilahnya, akan selalu meminta kencan berikutnya (anggap audience sebagai customers) dan kita sebagai marketersnya.

Engagement sejatinya membutuhkan lebih dari suatu pemikiran dan pemahaman terhadap data, skenario dan orang-orang yang akan kalian jelaskan. Jadi, kalau kalian nanti kalian denger lagi dua istilah itu, coba deh inget-inget soal skenario kencan pertama tadi. Semoga membantu!

Related Posts