Bagaimana Algoritma Twitter Bekerja?

Sampai tahun 2015, linimasa Twitter menampilkan twit secara real-time. Namun dua tahun belakangan ini, Twitter secara bertahap mencoba menampilkan linimasa dengan algoritma milik mereka. Bukan hanya Twitter, Facebook dan Instagram pun menampilkan linimasa lewat algoritmanya masing-masing.

Setiap kali kamu membuka Twitter atau mengunjungi twitter.com, algoritma akan mempelajari semua twit dari akun yang kamu ikuti dan memberikan mereka skor relevansi berdasarkan beberapa faktor. Ada 3 faktor penting yang menjadi acuannya.

Pertama adalah twit itu sendiri: resensinya, kehadiran media (gambar atau video), dan keseluruhan engagement (RT, klik, likes dan waktu yang dihabiskan untuk membacanya).

Kedua adalah empunya twit: interaksi masa lalu kamu dengan yang ngetwit ini, kekuatan koneksi kamu kepada mereka (biasanya dari seberapa banyak kamu berinteraksi dengan mereka), serta originalitas hubungan kamu.

Ketiga adalah kamu sendiri: seberapa banyak kamu berinteraksi dengan twit jenis tersebut, dan bagaimana nilai histori-nya pada masa lalu.

Kemudian, setelah sistem algoritma mereka membuat kalkulasi, Twitter lalu memasukkan twit yang menurut algoritma mereka tersebut akan menarik perhatian kamu. Twit ini sejatinya hanya masuk pada dua bagian utama linimasa Twitter,  ranked tweet dan twit “in case you missed it“. Setelah dua bagian tersebut, barulah linimasa kalian dipenuhi oleh twit secara real-stream. Walaupun, ada beberapa twit yang disukai oleh following-mu nyempil di beberapa twit real-time tadi. Istilahnya bagian ini dipenuhi oleh twit “sisaan“.

Peringkat Twit

Bisa juga dikatakan sebagai top twit, bagian ini akan muncul paling atas linimasamu, isinya twit yang menurut Twitter relevan banget bagi kamu. Menurut Twitter, twit ini masih dalam mode kronologi terbalik ketika ditampilkan. Sebagai contoh, pada tangkapan layar di atas twit yang muncul hanya satu dan baru ditwit beberapa menit yang lalu.

Twit dalam bagian ini sebenarnya adalah twit real-time yang dipilih oleh algoritma Twitter dan ditempatkan pada linimasa paling atas. Ibarat penjualan, yang ditempatkan paling atas adalah yang terbaik bagimu.

Twit “in case you missed it”
 

 

Bagian ini sesuai dengan namanya, menunjukkan twit yang mungkin kamu akan tertarik dan tidak mau kamu lewatkan . Bedanya dengan bagian pertama adalah garis waktu twit tersebut. Rata-rata twit yang masuk dalam bagian ini berasal dari beberapa jam yang lalu, maksimal 24 jam yang lalu. Algoritma memilih twit ini dari akun-akun yang kamu sering berikan engagement. Bukan hanya RT/Likes saja. Akun-akun yang sering kamu buka linimasa dengan mengunjungi profilnya akan masuk ke dalam list bagian ini.

Pada bagian ini, twit ditampilkan sesuai dengan kekuatan relevasinya, tidak dengan kronologi terbalik seperti biasanya. Misalnya dalam tangkapan layar di atas, twit paling atas berasal dari 4 jam yang lalu, di bawahnya 8 jam yang lalu dan di bawahnya lagi 6 jam yang lalu. Tidak berurut dengan garis waktu, tapi dengan relevansi.

Meskipun ada banyak twit di antara beberapa twit lain pada waktu 24 jam yang lalu, algoritma memutuskan bahwa ini lebih relevan daripada yang lainnya.

 Twit “Sisaan”

 

Setelah dua bagian tersebut, kamu akan melihat sisa tweet dari akun yang kamu ikuti dalam urutan kronologi terbalik. Sama seperti linmasa Twitter yang lama.

Pada bagian ini, kamu juga akan menemukan retweet, twit yang dipromosikan, twit yang disukai oleh akun yang kamu ikuti, dan akun yang disarankan untuk diikuti. Kamu bahkan mungkin melihat tweet dari akun yang tidak kamu ikuti. Twitter berasalasan agar linimasa milikmu lebih menarik.

Jadi, jangan heran jika twit yang kamu posting hanya memperoleh impresi (terpaan) yang sedikit. Semakin kamu jarang berinteraksi, maka semakin jarang pula twitmu mampir di linimasa follower-mu. Twitter bagi warganet jelata memang semakin kurang menarik, menurutmu bagaimana?

Related Posts