Bagaimana Generasi Post-Millennial Menggunakan Media Sosial?

Pos

[dropcap style=”hexagon”]Z[/dropcap] Ada yang belum tahu apa itu Generasi Post-Millennial ?, atau bagaimana kalau saya sebut saja dengan Generasi Z?, pasti sekarang kalian sudah tahu. Generasi Z atau Generasi Post-Millennial biasa disebut juga dengan iGen, Centennials atau Plurals, adalah generasi yang lahir setelah generasi Y (Generasi Millennial).

Generasi Post-Millennial tentu berbeda dengan generasi-generasi lainnya. Kita telah mendengar dan mengetahui berbagai penelitian media sosial terhadap generasi millennial, kini saatnya untuk fokus pada mereka yang memiliki Gen Z.

Belum lama ini, FluentGrp melakukan penelitan terhadap 1.300 anak dengan rentang usia dari umur 17-24 tahun dan diambil dari berbagai negara di dunia. Apa hasil dari analisa mereka?

Hampir sebagian dari mereka memakai Snapchat sebagai media sosial primer untuk berkomunikasi dengan teman-teman di sekolah mereka, yang mengejutkan adalah media sosial kedua untuk itu adalah Instagram..

[progress_bar title=”Snapchat” percent=”52″ color=”primary”]

[progress_bar title=”Instagram” percent=”34″ color=”black”]

Media sosial yang paling sering digunakan oleh para responden dari Generasi Post-Millenial adalah Facebook, ditemani Snapchat dan Instagram di belakangnya.

[progress_bar title=”Snapchat” percent=”51″ color=”black”]

[progress_bar title=”Facebook” percent=”67″ color=”primary”]

[progress_bar title=”Instagram” percent=”50″ color=”black”]

Youtube mengambil alih responden sebagai media sosial untuk menonton video. Walaupun, adanya fitur video di Facebook tidak bisa dianggap remeh. Buktinya, hanya selisih sedikit saja.

[progress_bar title=”Youtube” percent=”80″ color=”primary”]

[progress_bar title=”Facebook” percent=”79″ color=”black”]

Lalu, berapa lama para Generasi Post-Millennial ini menggunakan media sosial dalam kehidupan mereka sehari-hari?

Ternyata, 74% dari responden mengaku menghabiskan waktu untuk media sosial sebanyak 2 jam per-hari. Sedangkan kurang setengah dari mereka (44%) menggunakan medsos selama 4 jam per-hari.

[progress_bar title=”2 Jam” percent=”74″ color=”primary”]

[progress_bar title=”4 jam” percent=”44″ color=”black”]

Dalam sebuah artikel di Euronews, Generasi Post-Millennial mulai menjadi “pembunuh” bagi para pelaku TV tradisional. Sebabnya, mereka sudah pindah ke platform media online seperti Youtube dan media online lainnya, untuk menonton berita sekalipun mereka lebih memilih tayangan online. Apalagi, dikatakan bahwa Generasi Post-Millennial ini jauh lebih influensial dibandingkan dengan Generasi lainnya, bahkan Generasi Millennial.

Waktu yang dihabiskan Generasi ini untuk menonton video adalah 1-3 jam.

[progress_bar title=”1 Jam” percent=”32″ color=”primary”]

[progress_bar title=”2 jam” percent=”30″ color=”black”]

[progress_bar title=”3 jam” percent=”31″ color=”black”]

Ketika kalian membuat video, para Gen Z akan menontonnya. Ketika video tersebut diunggah pada platform media sosial, itu akan membuat video kalian meningkat dari jumlah penonton. Dalam 6 bulan terakhir, facebook menjadi medsos yang paling banyak digunakan untuk menonton video.

[progress_bar title=”Facebook” percent=”53″ color=”primary”]

[progress_bar title=”Snapchat” percent=”43″ color=”black”]

[progress_bar title=”Youtube” percent=”38″ color=”black”]

Meskipun begitu, Youtube menjadi pilihan para responden sebagai platform di mana mereka mengikuti seleb pujaan mereka.

[progress_bar title=”Youtube” percent=”53″ color=”primary”]

[progress_bar title=”Twitter” percent=”32″ color=”black”]

[progress_bar title=”Instagram” percent=”21″ color=”black”]

Terakhir, bagaimana cara para Generasi Post-Millennial ini melakukan komunikasi dengan teman dan sahabatnya?

[progress_bar title=”Bertatap Muka” percent=”61″ color=”primary”]

[progress_bar title=”Texting” percent=”20″ color=”black”]

[progress_bar title=”Berbicara di Telepon” percent=”10″ color=”black”]

[progress_bar title=”E-mail” percent=”1″ color=”black”]

Ternyata para Generasi Post-Millennial masih menyukai komunikasi dengan cara tatap muka. Akan tetapi, dengan cara yang lebih digital, yaitu livestreaming menggunakan platform semacam FaceTime dan Skype.

Dari semua data yang tersaji barusan, apakah kamu setuju kalau Generasi Post-Millennial ini berbeda dengan generasi-generasi lainnya?

Sumber: Data

Related Posts