Bagaimana Mengelola Akun Orang yang Sudah Tiada?

Di era modern seperti sekarang, rasanya hampir setiap orang memiliki media sosial (medsos), seperti Facebook, Twitter, Instagram, hingga Google Plus. Hal ini tidak terlepas dari keinginan untuk terus berinteraksi dengan orang-orang terdekat.

 

Medsos yang kita miliki hampir selalu kita gunakan dan kita update tiap saat jika kita sempat melakukannya. Namun, apa yang terjadi dengan medsos kita jika kita meninggal. Yah, umur tidak ada yang tahu, ‘kan?

 

Belum lama ini, publik medsos juga berkabung setelah ditinggal oleh seorang penulis, dan wartawan Indonesia, Bondan Winarno. Pria yang lebih akrab disebut Pak Bondan ini lebih dikenal setelah menjadi presenter acara kuliner yang ada di salah satu televisi Indonesia.

 

Lewat akun twitternya, @PakBondan, beliau juga akrab menyapa followers dan menjawab pertanyaan yang ditujukan untuk dirinya. Namun, sekarang beliau telah tiada dan apakah akun Twitternya akan tetap aktif?

 

Banyak contoh akun medsos yang tetap aktif, walaupun si pemilik sudah tiada. Contohnya adalah salah satu musisi rock internasional, David Bowie. Ia meninggal pada Januari 2016 silam, namun hingga detik ini akun Twitternya masih aktif.

 

Dari dalam negeri, ada Denny Sakrie (Alm), salah satu pengamat musik yang meninggal pada 2015. Hingga sekarang pun, akun Twitter beliau masih terus update karena dikelola oleh sang istri.

 

Kini, kami akan menjabarkan, bagaimana cara mengelola akun medsos orang-orang terdekat yang sudah tiada. Mari disimak!

 

  1. Jangan abaikan medsos

Ketika ada seorang sahabat atau anggota keluarga yang meninggal, sebaiknya kita mengelola akun medsos miliknya. Usahakan kalian mengetahui password medsos yang ia pakai.

 

  1. Cek pengaturan dan persyaratan masing-masing platform medsos

Setiap situs medsos memiliki aturan sendiri jika ada profil dengan pemilik yang meninggal dunia. Misalnya Facebook, platform buatan Mark Zuckerberg ini akan menghapus atau mengenang akun jika kita mengajukan formulir online tentang kematian.

 

  1. Jangan hanya login

Jika kalian masuk ke akun yang bukan milik pribadi, kalian mungkin sudah melanggar sesuatu yang lebih serius daripada persyaratan layanan di situs web. Kalian bisa melanggar hukum federal.

 

Alangkah lebih baiknya jika kalian masuk ke persyaratan dan pengaturan masing-masing medsos dan mengikuti peraturan untuk menonaktifkan akun, jika ingin menoanktifkannya. Jika akun itu terus aktif, mintalah izin ke orang terdekat almarhum/almarhumah untuk memegang akun tersebut.

 

  1. Berpikir ulang sebelum posting

Jika ada teman atau keluarga dekat yang meninggal, pasti ada di antara kalian yang ingin menyebarkan informasi duka tersebut di medsos. Tapi, jangan biasakan seperti itu.

 

Sebelum mengumumkan berita duka berupa kematian secara online, sebaiknya hubungi keluarga dekat dan teman akrab beliau. Menurut kami, itu lebih beretika ketimbang langsung menyebarkan informasi tersebut secara online.

 

  1. Jaga agar postingan tetap berkelas

Jika keluarga terdekat beliau sudah mengizinkan kalian untuk menyebarkan informasi kematiannya, jagalah postingan pengumuman itu agar tetap baik dan tidak melewati norma kesopanan.

 

Jika ingin menyebarkan informasi tentang kematian teman/keluarga dekat, pastikan postinganmu itu faktual. Usahakan kalian menyertakan tanggal dan waktu pemakaman, serta tempat pemakaman.

 

Itu tadi cara mengelola akun medsos orang yang sudah meninggal. Tetap jaga norma-norma kesopanan di medsos ya, twips!

Related Posts