Bahaya Oversharing di Media Sosial, Bisa Jadi Sasaran Hack

Tessian, sebuah perusahaan keamanan melaporkan sebanyak 84 persen orang mengunggah informasi ke akun media sosial mereka setiap minggu, dengan 42 persennya mengunggah setiap hari, dan tanpa sadar telah memberikan informasi yang membantu peretas meluncurkan serangan atau “mengambil alih” akun-akun tersebut.

Kabar ini diungkapkan oleh HR news tentang sebuah laporan berjudul How to Hack a Human, yang di dalamnya terdapat survey dari 4.000 para profesional di Inggris dan Amerika Serikat, serta wawancara dalam para peretas dari komunitas HackerOne. Terungkap, bahwa separuh orang berbagi nama dan foto anak-anak mereka, dan 72 persen di antaranya menyebutkan hari ulang tahun. Tak hanya itu, 81 persen pekerja terdata selalu update status pekerjaan mereka di media sosial.

Hal yang paling mengkhawatirkan dan sering tak disadari oleh warganet, 55 persen responden mengakui bahwa mereka memiliki profil publik di Facebook dan hanya satu dari tiga di antaranya yang mengunci akun Instagram mereka, sehingga sangat memudahkan para pelaku kejahatan untuk mengakses informasi sensitif yang dibagikan dalam akun tersebut, termasuk soal tanggal lahir di dalamnya.

Wall Street Journal
Sumber Gambar: Wall Street Journal

Apa yang salah dari ucapan “selamat ulang tahun” di media sosial?

Kedengarannya memang sangat lazim, saat mengucapkan “selamat ulang tahun” kepada teman, sahabat, keluarga, atau rekan kerja, yang umumnya dituliskan lewat media sosial. Facebook, misalnya, pun telah menyediakan pengingat untuk hari ulang tahun temanmu, serta menyediakan template untuk memposting ucapan khusus tersebut.

Tapi, faktanya kompas.com melansir, bahwa memamerkan ucapan atau perayaan ulang tahun seseorang di media sosial dapat menjadi boomerang bagi orang tersebut, sebab hal itu sama saja dengan mengumbar informasi tanggal lahir seseorang ke publik, yang mana seharusnya hanya menjadi informasi pribadi.

Facebook
Sumber Gambar: The Buttry Diary

Yup, tanggal lahir dalam data pribadi seseorang memang dianggap tidak krusial, namun di tangan orang yang salah informasi sederhana seperti ini dapat menjadi modal untuk melakukan cyber crime. Peretas dapat “menjahit” informasi itu dengan informasi lainnya, yang diperoleh dari unggahan warganet ke media sosial.

“Most people are very verbose about what they share online. You can find virtually anything. Even if you can’t find it publicly, it’s easy enough to create an account to social engineer details or get behind some sort of wall. For example, you could become a ‘friend’ in their circle.” – Harry Denley, seorang peretas dan  Security and Anti-Phising MyCrypto

Kebanyakan informasi tersebut dianggap sepele, seperti unggahan yang menandai lokasi rumah, foto, dan nama-nama anggota keluarga, hingga tagging pada seseorang, dan masih banyak lagi. Terlalu banyak membagikan informasi ke media sosial seperti ini bisa dikategorikan sebagai perilaku oversharing, yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain secara tidak langsung.

Hacker Trick

Hacker
Sumber Gambar: SHUTTERSTOCK

Denley mengungkapkan, informasi peribadi pengguna media sosial bisa tetap didapatkan peretas sekalipun si pemilik informasi tidak membagikannya secara publik. Peretas atau hacker dapat menelusuri dan mengidentifiaksi target lewat orang-orang di sekitarnya, kemudian meniru identitas kerabatnya untuk menipu target. Metode cyber crime (kejahatan siber) yang sering dipakai adalah manipulasi psikologi, yang mana berupa penyamaran hacker sebagai orang terdekat target.

Hacker akan menipu dengan meminta bantuan berupa kiriman uang, atau melakukan phishing dengan mengirimkan email ke target berisi tautan, yang saat dibuka dapat mengambil atau menyandera data sensitif milik pengguna.

Jadi, ingat-ingat kembali hal-hal apa saja yang sudah kamu bagikan di media sosial? Mungkin, hari jadimu dengan mantan kekasih, dan setelah diamati mantan kekasihmu ternyata pernah membagikan ucapan ulang tahun untukmu, lalu menandai lokasi rumahmu saat memberikan kejutan, dan … sudahlah, mari sudahi oversharing demi keamanan bersama ya!

Related Posts