Bahaya Screenshoot Berujung Pidana

Beberapa waktu lalu, timeline di media sosial (medsos) Twitter sempat heboh. Semua itu dikarenakan berseliweran screenshoot Direct Message (DM) yang bocor ke publik.

Beberapa screenshoot DM yang beredar itu berisi tentang percakapan seorang laki-laki dengan username @ciamikboy dengan beberapa teman perempuannya. Ini diawali oleh unggahan DM dari akun seorang perempuan dengan username @Sylalaa.

Screenshoot DM yang beredar itu berisi rayuan dari @ciamikboy untuk teman-teman perempuannya. Seperti yang dilansir dari akun spesialis twitwar, @InfoTwitwor, chat yang tersebar berisi obrolan biasa hingga obrolan “menjurus nakal”.

Awalnya akun @Sylalaa mengunggah screenshoot tersebut agar para perempuan lebih berhati-hati kepada akun yang belum dikenal akrab. Namun kini, kami tidak membahas drama itu lebih jauh. Kami akan membahas soal unggahan screenshoot obrolan ke medos menyebabkan seseorang bisa melanggar hukum.

Belakangan ini, mengunggah screenshoot obrolan dengan seseorang semakin marak kita temukan. Tujuan adanya seseorang yang ingin mengunggah screenshoot obrolan pun beragam. Mulai dari sekedar iseng, ingin melucu, hingga memberikan peringatan seperti yang dilakukan akun @Sylalaa di atas.

Ya, kadang mengunggah screenshoot di medsos bisa memberikan keseruan tersendiri. Namun jika ditelisik lebih lanjut, ada privasi orang lain yang kita langgar jika mengunggah obrolan tersebut.

Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) juga menjelaskan dan memberi definisi yang luas. Berdasarkan UU tersebut, sebuah screenshoot percakapan bisa dikategorikan sebagai informasi elektronik.

Berkaca pada hal di atas, penyebar screenshoot obrolan ke medsos bisa dijerat dengan ketentuan UU ITE. Pasal 26 UU ITE ayat (1) juga menyebutkan agar penggunaan setiap informasi melalui media elektronik (dalam hal ini adalah medsos) yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan.

Apa hukuman bagi orang yang menyebarkan screenshoot di medsos? Pasal 26 UU ITE ayat (2) menyebutkan, “Setiap orang yang dilanggar haknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat mengajukan gugatan atas kerugian yang ditimbulkan berdasarkan UU ini”.

Selain pasal di atas, yang bisa menjerat para pengunggah screenshoot obrolan ke ranah medsos adalah pasal 27 ayat (3) UU ITE. Pasal tersebut berbunyi, “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”.

Pasal 27 ayat (3) UU ITE dapat menjerat pelaku tindak pidana dengan kurungan paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak 1 miliar rupiah.

Jadi, mungkin yang dilakukan akun @Sylalaa sangat baik, yakni agar tidak ada korban-korban “rayuan maut via DM” yang berjatuhan. Namun menurut kami, ada baiknya untuk memikirkan efek jangka panjang sebelum mengunggah apapun ke medsos.

Akhir kata dari kami, bijaklah bermedsos.

 

Sumber referensi 1

Sumber referensi 2

Related Posts