@benzbara_ : Ayo, Promosikan Karyamu!

ilustrasi-selebtwit1

Banyak penulis yang aktif berseliweran di timeline Twitter. Mulai dari penulis puisi, penulis essay dan ada pula penulis novel. Bagaimana tidak, Twitter adalah media sosial yang paling pas untuk dioptimalkan oleh para penulis. Ide-ide kecil yang dijadikan Tweet bisa jadi bahan kalian untuk dikembangkan entah menjadi puisi ataupun cerita pendek. Nah, kali ini Politwika punya kesempatan untuk mewawancarai salah satu penulis novel Indonesia kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat 26 tahun silam, @benzbara_ atau Bernard Batubara. Ia telah belajar menulis puisi, cerita pendek dan novel sejak medio 2007. Beberapa judul novel telah diterbitkannya, tak mengherankan jika kini ia dikenal banyak orang. Apalagi setelah ia cukup aktif di media sosial bernama Twitter, namanya makin dikenali netizen. Jumlah followersnya kini ada di angka 79.5K.

Bara, begitu ia akrab dipanggil, sudah sejak 2009 mengenali Twitter namun baru aktif menggunakannya sejak 2011. Seperti kebanyakan orang, Bara hanya ikut-ikutan menggunakan media sosial. “Saat orang-orang heboh Friendster saya ikut bikin Friendster, saat orang heboh Facebook, saya ikut bikin Facebook, saat orang ramai membicarakan Twitter, saya ikut bikin Twitter. Begitupula dengan Ask.fm, Instagram, Path dan seterusnya,” aku Bara.

“Saya tidak pernah jadi ‘pelopor’ dalam menggunakan media sosial.” lanjutnya.

Selain Twitter, Bara juga menggunakan beberapa media sosial lainnya seperti Blog, Facebook, Instagram, Path, Soundcloud, Bubbly, YouTube. Namun ia mengaku hanya aktif menggunakan empat yang pertama. Ia juga mengaku mendapatkan manfaat positif dengan kehadiran media sosial, di antaranya ia jadi lebih mudah memperkenalkan karyanya yang berupa tulisan, selain itu ia juga mendapatkan informasi lebih cepat ketimbang televisi mungkin juga dikarenakan ia sudah jarang sekali menonton televisi.

“Saya bisa mengetahui aktivitas dan pikiran-pikiran orang yang saya kagumi: penulis, editor, rekan kerja, sutradara, dan lain-lain. Setelah mengeluarkan buku, saya bisa terus menjalin komunikasi dengan para pembaca, bertukar informasi bacaan dan membangun rasa penasaran kepada calon pembaca saya.”

Namun di samping kesemua manfaat tersebut Bara juga mengaku ada pula sisi negatifnya, antara lain ia jadi jarang membaca buku atau mudah terdistraksi jika keasyikan bermain Twitter.

Pernah suatu hari, Bara ngetweet tentang jajanan masa SD dan kue-kue tradisional dan banyak yang merespons. Lalu ia di-mention oleh seseorang yang meminta alamatnya untuk dikirimi sesuatu, seminggu kemudian ada paket jajanan masa SD satu dus penuh datang ke kosnya. Pengalaman seperti itu sering ia temui, paling sering ia dikirimi kastengel, karena seringkali ngetweet kalau ia menyukai kastengel. Wah, enak ya. Tim politwika juga mau dong kalau dikirimi camilan seperti itu. Hihi.

Dengan jumlah followers sebanyak itu, Bara juga ternyata sering mengadakan kopdar dengan mereka. Biasanya jika ia sedang ada talkshow ke kota-kota, ia akan memberitahukan followersnya dimana ia berada dan menawarkan mereka untuk bertemu. “Kadang ada dua atau tiga orang yang datang membawa buku, lalu kami berbincang-bincang. Atau kadang saya memang bikin acara kopdar kecil-kecilan untuk membahas buku atau tulisan,” ungkap Bara.

“Atau dulu sebelum saya punya buku, saya hobi memotret. Saya suka mencari model sukarela melalui Twitter. Ada yang menyahut Tweet saya, lalu kami bertemu dan akhirnya berteman.”

Selain pengalaman unik tersebut Bara belum pernah merasakan adanya aktivitas di Twitter yang bisa disebut sebagai penyerangan, pernah sekali waktu melalui surel dan Path ada yang menuduhnya akan sesuatu yang sebetulnya tidak pernah ia lakukan, ia membiarkannya begitu saja sampai akhirnya menghilang sendiri. “Saya tidak pernah merasa memiliki haters, kalaupun ada, ya sudah cuekin saja. Energi saya sangat terbatas untuk menghadapi semua hal. Jadi saya pilih untuk mengatasi hal yang penting-penting saja.”

Bara dikenali sebagai salah satu penulis novel yang produktif sekali. Hampir setiap tahun ia mengeluarkan satu atau dua judul novel. Rasanya belum lama ia mengeluarkan novel berjudul ‘Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik Bunuh Diri’ ia sudah memberikan bocoran lagi yang dituliskan pada laman profil di Blog-nya, akan segera merilis novel terbarunya yang berjudul ‘I Fall For You’ bulan Juli 2015 mendatang. Apa sih rahasianya agar bisa produktif seperti itu?

“Saya sangat mudah terdistraksi, jadi saya harus menyusun rencana dan memaksakan diri saya untuk fokus pada deadline yang saya buat sendiri. Misal setelah saya merencanakan untuk menulis, saya akan menyusun jadwal kapan dan berapa lama untuk menulis sinopsis, plot, riset sampai draft pertama. Apapun yang terjadi saya harus patuhi jadwal itu.”

Selain kegiatan menulisnya ia juga dikenali sebagai pendiri KopdarFiksi, ketika itu saat ia pulang ke kampung halamannya di Pontianak. Lalu ia bertemu temannya dan diajak untuk mengadakan kelas menulis kreatif kecil-kecilan di sana. Lalu ia mengumumkannya via Twitter yang ternyata mendapatkan respon positif. Setidaknya ada sekitar 30 orang yang datang pertama kali diadakan. Lalu mereka belajar menulis bersama. Hasil dokumentasi acara ketika itu ia publish ke Twitter dan banyak pula teman-teman dari kota lain yang meminta untuk diadakan di kota mereka. Akhirnya hingga sekarang jika ada waktu sedang berkunjung ke kota-kota dan waktunya memungkinkan, Bara akan mengadakan KopdarFiksi dengan bantuan teman-teman di kota tersebut.

Saat diwawancarai, Bara juga punya pesan nih untuk para netizen Politwika readers, “Jangan malu untuk berpromosi dan memperkenalkan karyamu ke publik ya!”

Gimana, sudah terinspirasi untuk jadi penulis produktif seperti Bara? Ayo, promosikan karyamu!

Related Posts