Covid-19 Sebabkan Fenomena Seksual Baru di Medsos

Masa-masa pandemi Covid-19 seperti sekarang memaksa pelajar hingga pekerja untuk beraktivitas dari rumah. Namun, ada hal yang tidak bisa dihindari ketika kita semua melakukan segala aktivitas yang seharusnya kita kerjakan di luar, yaitu rasa bosan. Ya, siapa yang nggak bosan kalau kerjaannya hanya di rumah terus?

Selain Work From Home (WFH), mungkin banyak dari kalian yang menghabiskan masa karantina di rumah dengan menonton film, membaca berita terbaru terkait Covid-19, dan cek video di YouTube. Tapi ada satu kegiatan yang tidak mungkin kalian lewatkan saat karantina, yakni scrolling media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram.

Namun tahukah kalian dengan fakta yang berkaitan antara media sosial dan masa karantina? Ternyata masa-masa karantina seperti sekarang membuat masyarakat terangsang dan mencari “pelampiasan” di medsos. Yup, kalian nggak salah baca kok!

Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak sekali orang yang tinggal di rumah. Dengan kata lain, banyak orang sendirian untuk jangka waktu yang lama. Nah, hal ini lah yang membuat orang mudah turn on.

Menurut data dari Khoros, sejak Maret hingga April kicauan dengan kata kunci “nude” dan “dick pics” berada satu level dengan “coronavirus” yang melonjak sebanyak 384% di Twitter. Selain itu, emoji 🍑 dan 🍆 melonjak hingga 46%, bahkan diperkirakan akan terus meningkat. Wow!

Ada juga penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa seorang individu akan keluar dari zona kenyamanan seksual saat mereka terjebak di rumah.

Dr. Justin Lehmiller yang merupakan seorang peneliti di Kinsey Institute dan penulis Tell Me What You Want: The Science of Sexual Desire menyebutkan, satu dari lima orang (dari sekitar 1.200 sampel) menambahkan “satu kriteria baru” dalam kehidupan seks mereka sejak pandemi ini dimulai.

“Satu kriteria baru” yang dimaksudkan adalah sesuatu yang belum pernah dicoba dalam kehidupan seks mereka. Yang paling umum adalah sexting (diambil dari kata sex dan texting) dan saling berkirim foto bugil.

Hingga kini, Dr. Justin Lehmiller dan rekan-rekannya di Kinsey masih mengerjakan penelitian tentang bagaimana kehidupan seks orang berubah karena pandemi Covid-19. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa sedang ada tren baru, yakni terbentuknya orang-orang yang menjadi kurang aktif secara seksual.

Jika sebagian sampel penelitian melaporkan peningkatan aktivitas seksual, dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa tidak sedikit orang yang tidak melakukan kegiatan seperti masturbasi sejak pandemi di mulai. Ya, hal itu terasa wajar.

Menurut Dr. Jusin Lehmiller, beberapa orang terlalu stres dan cemas, bahkan untuk merasakan hasrat seksual. Namun ada juga orang yang mungkin mengatasi stres dan kecemasan dengan meningkatkan perilaku seksual mereka.

Penelitian Kinsey Institute tentang bagaimana coronavirus dan efeknya yang berdampak pada kehidupan seksual kita menjadi sangat menarik. Memang sih, dampaknya masih belum jelas karena pandemi itu sendiri masih berlangsung. Namun yang pasti, setiap orang menangani stres dan kecemasan mereka dengan cara yang berbeda, termasuk sexting mengirim foto bugil.

Sumber

Related Posts