@DirgaRambe: Jangan Percaya Berita Hoax di Medsos

@dirgarambe

Tidak banyak seorang dokter atau yang memiliki latar belakang medis menggeluti media sosial. Di Indonesia bisa dihitung seorang dengan latar belakang medis aktif di media sosial dan disoroti orang banyak. Kami pernah menghadirkan @blogdokter sebagai #TamuKita dan kali ini kami kembali menghadirkan orang yang juga bergelut di dunia medis.

Dia adalah @DirgaRambe sosok yang seringkali hadir membahas vaksin di linimasa Twitter. Sosok yang mendapatkan julukan vaksionolog termuda ini memanfaatkan dengan maksimal media sosial dalam bidangnya. Lantas, apa pandangan @DirgaRame terhadap media sosial? “Media sosial sangat bermanfaat dalam menyebarkan informasi dengan cepat, tapi ada kecenderungan masyarakat menerima informasi mentah-mentah dan suka percaya berita HOAX,” ujar Dirga Rambe melalui telepon.

Sebagai seorang vaksinolog, Dirga Rambe pun mengakui bahwa dia satu-satunya yang aktif menggunakan media sosial untuk mengedukasi orang-orang tentang vaksin. Para vaksinolog lainnya lebih memilih menggunakan media sosial untuk keperluan pribadi. “Banyak yang punya tapi untuk akun pribadi bukan untuk berbagi. Karena kebetulan yang menguasai tidak terlalu banyak, sementara melihat informasi di medsos banyak yang salah jadi memutuskan untuk sering menggunakan akun saya untuk menyebarkan informasi,” ujar Dirga Rambe

Dirga Rambe pun memiliki pengalaman unik saat aktif bermain di media sosial. Di saat awal dia aktif, Dirga sering melakukan twitwar dengan pihak anti-vaksin. Salah satu twitwar itu pun berujung dengan lawannya yang menutup akun. “Waktu awal2 emang saya sering twitwar dengan kelompok anti vaksin. Tapi saat twitwar itu, kelompok ibu-ibu membantu saya dan ikut menyerang mereka. Ada akun yang tutup karena dirinya diserang beramai-ramai oleh ibu-ibu,” ujar Dirga Rambe

Kami pun juga sempat menanyakan tentang isu terhangat yaitu peredaran vaksin palsu. Sebagai seorang vaksinolog, Dirga Rambe menjadi salah satu sasaran dan tempat bertanya orang-orang. “Notifikasi saya penuh mas. Tetapi dari awal saya memang berniat untuk menjawab semua itu dalam sebuah tulisan,” jawab Dirga Rambe. Dia pun berujar bahwa kekhawatiran masyarakat itu hal yang wajar tetapi media berada di posisi yang perlu dikritisi. Media, termasuk media sosial seolah-olah menakuti dan membuat masyarakat cemas.

“Masyarakat khawatir itu wajar, tapi saya melihat media dalam memberitakan hal ini cenderung menakut-nakuti atau menimbulkan kepanikan. Seharusnya media jangan terlalu panik. Kalo orang percaya itu mentah-mentah, jadi kepercayaan terhadap imunisasi itu turun dan ini bahaya,” tegas Dirga Rambe.

Di akhir wawancara, Dirga Rambe menyampaikan saran terhadap para netizen Indonesia. Dia ingin para netizen untuk memverifikasi sebuah berita dan tidak cepat menyebarkannya. “Kita sangat kurang dalam memverifikasi informasi, semua yang dibaca langsung dipercaya dan disebarkan. Hal ini juga terjadi dengan berita vaksin Berita harus diverifikasi oleh pembaca,” ucap Dirga Rambe dengan tegas.

Related Posts