Duh, 51% Pengguna Medsos Dicekam Cemas!

cemas

Asiknya menikmati teknologi sudah kita rasakan, termasuk media sosial. Di samping keasikan dan manfaat media sosial, ada juga efek negatifnya. Nah, salah satu dampak media sosial yang sering tak kita sadari adalah munculnya rasa cemas lebih sering.

Pernah merasakan ngga, ketika kamu mendadak jauh dari gadget atau akses internet, kamu diliputi rasa cemas? Atau ketika tak bisa login Twitter akibat gangguan jaringan, kamu jadi cemas, panik, merasa ada yang kurang? Ternyata perasaan itu juga dialami oleh 51% pengguna Facebook, Twitter, dan aplikasi medsos lain.

Ya, berdasar studi yang dilakukan Anxiety UK, lebih dari setengah pengguna media sosial mengaku medsos sudah mengubah hidup mereka. Sebanyak 45% responden mengklaim bahwa mereka merasa tak nyaman dan khawatir setiap kali tak bisa mengakses Facebook atau email. Sementara 60% responden mengaku butuh mematikan gadget atau komputernya agar bisa merasa tenang sesaat. Tapi tetap saja mereka dilanda cemas.

“Temuan ini membuktikan bahwa sebagian dari kita perlu membuat dirinya mengontrol teknologi, bukan dikontrol oleh teknologi,” ujar CEO Anxiety UK, Nicky Lidbetter.

Penelitian itu juga menyibak bahwa dua per tiga responden menderita susah tidur setelah aktif di medsos. Sebanyak 25% dari mereka mengaku sulit membina hubungan akibat perilaku online yang sering terkonfrontasi. Setiap mereka akan membina hubungan dengan seseorang, akan terusik akibat adanya distraksi dengan orang lain di medsos.

Survei ini dilakukan oleh Salford Business Schoolm University of Salford, bekerjasama dengan Anxiety UK, terhadap 228 partisipan. Studi ini juga dikaitkan dengan riset lain seputar kecanduan media sosial. Riset terbaru yang dilakukan Lookout menyebutkan, 73% responden akan diserang panik jika kehilangan ponselnya. Sementara 54% lain mengaku selalu mengakses gadgetnya dari tempat tidur.

Apakah kecemasan para pengguna medsos ini dipicu oleh medsos itu sendiri, atau karena interaksi digitalnya?

“Sepertinya kecemasan lebih disebabkan oleh tekanan dari teknologi sebagai media komunikasi, yang membuat orang merasa insecure dan kewalahan,” ujar Lidbetter.

Studi serupa juga dirilis University of Bergen, Norwegia. Menurut mereka kecanduan pada pangguna Facebook telah membuat mereka kurang tidur. Dan sebagian besar dari mereka menjadi sangat terobsesi pada Facebook.

Wah, berbahaya juga ya ternyata jika kita terlalu ketergantungan pada medsos. Bagaimana dengan kamu, apa sudah sampai di tahap itu?

Related Posts