Etika Menyebarkan Informasi di Media Sosial

Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan kasus pendampratan yang terjadi pada salah satu selebriti Indonesia oleh anak dari pihak pria yang berselingkuh. Perselingkuhan pada dasarnya merupakan permasalahan keluarga atau internal dan bukan konsumsi publik. Namun, karena terjadi pada salah seorang public figure, tidak heran kalau cepat menyebar luas di media.

Kejadian itu terjadi di sebuah pusat perbelanjaan yang pastinya terdapat banyak orang. Di era media sosial (medsos) seperti saat ini, masyarakat cenderung lebih senang untuk mengabadikan suatu momen untuk mengunggahnya di medsos dari pada langsung menolong atau melerai.

Seperti pada kasus tersebut, ada yang merekam kejadian saat terjadi pelabrakan tersebut, lalu menyebarkannya di media sosial. Seperti yang kita ketahui, apapun yang sudah masuk ke internet, terlebih medsos, akan sangat mudah sekali tersebar. Yang menjadi pertanyaan adalah, adakah etika dalam menyebarkan informasi di medsos? Jawabnya, tentu ada! Berikut akan sedikit kami bahas.

Karena medsos kini bukan hanya sekadar tempat untuk menjalin komunikasi dan pertemanan, melainkan menjadi tempat untuk bertukar informasi. Alangkah baiknya jika sebelum menyebarkan informasi, perhatikan beberapa etika-etika berikut ini.

  1. Pastikan kebenaran dari informasi tersebut

Sebelum menyebarkan informasi, ada baiknya untuk mengonfirmasi kebenaran dari informasi tersebut terlebih dahulu. Jangan sampai Kita menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam penyebaran berita hoaks.

  1. Pastikan tidak merugikan salah satu pihak

Pastikan bahwa apa yang akan kita bagikan nanti tidak merugikan salah satu pihak atau berat sebelah. Misalnya, aib atau mengandung fitnah yang bisa berdampak buruk bagi salah satu pihak.

  1. Pertimbangkan dampak apa saja yang ditimbulkan

Di medsos, kita bebas untuk mengunggah apa pun sesuka kita, tapi bukan berarti tanpa batasan. Kita juga harus mempertimbangkan dampak apa sajt yang terjadi terjadi setelah mengunggah konten tersebut. Lebih banyak positif atau negatifnya.

  1. Tidak mengandung unsur yang dilarang dalam UU ITE

Saat ini di Indonesia sudah memiliki UU ITE, yang dapat memidanakan suatu tindakan yang terbukti melakukan pencemaran nama baik dan sebagainya yang dilakukan di dunia maya. Sebaiknya apabila ingin membagikan suatu informasi, perhatikan apakah mengandung unsure yang dilarang dalam UU ITE atau tidak.

Semoga setelah mengetahui beberapa etika dalam menyebarkan informasi di medsos, Kita menjadi semakin bijak dalam menggunakan medsos. Kita tentu tidak ingin kan, konten yang Kita unggah di medsos menjadi boomerang untuk diri Kita sendiri. Ayo, bijak bermedsos!

Sumber :

https://id.techinasia.com/etika-menyebarkan-informasi-media-sosial

http://tekno.kompas.com/read/2012/06/28/04005080/etika.menyebar.informasi.di.jejaring.sosial

Related Posts