Etika Ucapan Lebaran Lewat Gadget

etikalebaran

Tidak terasa bulan Ramadhan akan segera berakhir, artinya hari raya Idul Fitri akan datang sebentar lagi. Apa sih yang khas dari hari raya Idul Fitri selain ketupat dan hidangan khas hari raya? Seminggu menjelang lebaran, gadget kalian akan diramaikan oleh bunyi ‘clang..clingg’ dari kawan-kawan di manapun berada untuk mengucapkan permintaan maaf dan ucapan selamat hari raya. Memang betul niat awalnya ingin bersilaturahmi, namun sudah bukan rahasia lagi kalau terkadang ucapan maaf tadi itu malah mengganggu lantaran si pengirim pesan mengabaikan beberapa etika-etika dalam mengirimkan ucapan selamat melalui gadget. Memang ada ya etika dalam mengirimkan ucapan maaf dan selamat hari raya melalui gadget? Nah, kali ini akan Politwika bahas.

Kemajuan dan perkembangan teknologi dewasa ini telah mendorong berbagai perubahan pada kebiasaan-kebiasaan kita, baik kebiasaan sehari-hari maupun kebiasaan dalam merayakan suatu momen berharga, seperti hari raya Idul Fitri contohnya. Dahulu, toko buku dipenuhi dengan berbagai kartu pos dan kartu ucapan lebaran dan biasanya kartu-kartu tersebut akan diborong habis oleh orang-orang yang ingin mengirimkan ucapan lebaran ke kerabat ataupun sahabat yang jauh jaraknya. Namun kini, dengan perkembangan teknologi, kartu-kartu tersebut sudah mulai berkurang peminatnya karena banyak yang memilih untuk mengucapkan permohonan maaf dan ucapan selamat lebaran melalui gadgetnya.

Simple, alasan mereka beralih mengirimkan ucapan melalui gadgetnya adalah karena faktor; gratis, murah dan mudah. Zaman sekarang siapapun sudah memiliki smartphone, dari kalangan menengah ke atas maupun menengah ke bawah. Semua juga sudah melek internet, semua pasti pernah mencoba social messenger dan media sosial yang ada. Mengirimkan ucapan melalui BBM, WhatsApp, Facebook atau Twitter itu gratis karena kalian cukup membeli paket data yang kini juga sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat yang melek teknologi. Mudah, karena kalian bisa kirim template ucapan ke semua orang, tinggal merangkai kata-kata indah, lalu dikirimkan ke semua orang. Simple kan?

Tapi seejak ucapan lebaran dilontarkan melalui social messenger tersebut, masih saja kita dengar berbagai keluhan mereka yang tidak menyukai ucapan template yang dikirimkan ke semua orang. Nah, baiknya jika kalian ingin mengirimkan ucapan lebaran, perhatikan deh etika-etika di bawah ini:

1. Pilihlah personal message ketimbang broadcast message.

Orang kebanyakan lebih memilih untuk membalas pesan personal loh ketimbang broadcast message. Gak sedikit pula yang kalau mendapatkan broadcast message, seketika itu pula langsung dihapus (end-chat). Pesan personal juga memiliki kesan lebih intim ketimbang broadcast message. Siapa sih yang gak ingin diperlakukan spesial?

2. Buatlah list kategori pertemanan kamu.

List kategori pertemanan kamu ini akan sangat berguna jika kalian memiliki pola komunikasi yang berbeda dengan setiap kategori pertemanan. Contoh, apa kalian akan mengirimkan ucapan yang sama dengan relasi kerja atau keluarga yang sedang berada jauh di sana? Tentu tidak, kan? Maka dari itu, inilah mengapa kategori pertemanan itu juga hal yang penting.

3. Sebutkan namanya.

Memanggil nama seseorang itu memang adalah hal sederhana, namun dapat berimplikasi positif bagi mereka yang merasa namanya diingat. Hal ini dapat berakibat pada membaiknya silaturahmi kalian.

4. Perhatikan waktu mengirim pesan.

Jangan kirimkan pesan ucapanmu pada tengah malam, ya jadi ngeganggu si penerima pesan dong kalau dikirimkan tengah malam. Yang tadinya mau minta maaf eh malah buat kesel dengan kirim pesan tak tahu waktu.

5. Perhatikan panjangnya pesanmu.

Jangan kirimkan pesan yang terlalu panjang. Kebanyakan orang akan malas membaca jika isi pesanmu terlampau panjang. Bisa jadi permintaan maaf kalian malah dilewati begitu saja lantaran si penerima malas membaca pesanmu yang kebangetan panjangnya.

6. Gunakan pilihan kata yang mudah dimengerti.

Pilihan kata-kata ini penting, agar bisa dimengerti oleh semua kalangan. Kalau kamu sok-sok memakai bahasa yang tinggi tapi si penerima gak mengerti, esensi permintaan maaf kamu nantinya akan menguap loh.

Namun bagaimanapun, ucapan permintaan maaf dan selamat hari raya itu lebih baik disampaikan secara langsung. Majelis Ulama Indonesia pun pernah membahas hal ini pada tahun 2013 lalu, memang tidak ada salahnya jika memaksimalkan media yang ada untuk mempermudah bersilaturahmi terhadap kerabat. Namun alangkah baiknya jika hal itu dilakukan secara langsung, kecuali ada kerabat yang berjarak jauh di seberang pulau. Teknologi ini bisa jadi memudahkan kalian berkomunikasi dan bersilaturahmi. Sekarang tinggal bagaimana kalian menanggapinya. Mau minta maaf melalui gadget atau secara langsung?

Related Posts