Fakta Ilmiah Soal Warganet yang Pamer Kemesraan di Medsos

Instagram memang seperti mini gallery untuk beberapa orang yang merangkum momen-momen “penting” dalam hidup mereka. Namun, ada juga loh sebagian orang yang lebih suka mini gallery-nya diisi oleh wajah mereka sendiri, atau wajah mereka sendiri dengan pasangan mereka. Hehehe.

Ternyata fenomena itu menarik beberapa perhatian para pakar. Orang-orang yang mengisi media sosial mereka dengan potret kemesraan dengan pasangannya, dinilai memiliki alasan tertentu dalam melakukan hal tersebut.

Lebih Dekat dengan Pasangan dan Khawatir Ada Orang Ketiga

Dilansir dari Phychology Today, psikolog Kori Kruege dan Amanda Forest menemukan motif yang mendasari perilaku pamer kemesraan di media sosial, yakni merasa lebih dekat dengan pasangannya dan melindungi hubungan dari ancaman dari luar (alias orang ketiga). Ada dua cara dalam melindungi hubungan dengan menampilkannya media sosial:

Pertama, media sosial bisa memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan banyak orang, dengan mengunggah banyak foto di sana itu bisa menjadi isyarat kalau kamu sudah menjadi pacar orang lain.

Kedua, media sosial juga memberikan pasanganmu kesempatan yang sama, dengan menampilkan hubungan secara online itu juga bisa merepresentasikan kepada publik bahwa pasanganmu sudah memiliki kekasih.

Social Media PDA: Is It Okay To Show Off Bae on Instagram? | by ...

Sumber Gambar: Medium

Temuan ini berdasarkan pada penelitian melalui 235 pengguna Facebook yang terlibat hubungan asmara. Kruege dan Forest menilai melalui intensitas hubungan yang ditampilkan di media sosial, dan sejauh apa media sosial digunakan untuk melindungi hubungan (misalnya, seperti mencegah ketertarikan secara romantis atau seksual dari orang ketiga).

Pada studi pertama menunjukkan, kalau warganet yang memamerkan hubungannya di media sosial juga merasa lebih dekat dengan pasangannya. Kemesraan yang dibagikan di media sosial bisa menjadi sebuah hal yang romantis bagi pasangan tersebut.

Sementara itu, dalam studi kedua Kruege dan Forest menggunakan lebih sedikit responden, yakni berjumlah 224. Hasil penelitiannya menunjukkan kalau 50 persen pasangan yang memperlihatkan hubungannya di media sosial, dari mulai foto profil hingga pembaruan status, berusaha menyatakan kepada publik secara terang-terangan bahwa mereka menjalin hubungan asmara. Hal itu dilakukan untuk menghindari orang ketiga.

Rasa Percaya Diri yang Rendah

Lifehack.org melansir sebuah penelitian dari Brunel University yang menunjukkan, bahwa orang-orang yang yang suka pamer kemesraan atau hal-hal yang berkaitan dengan pasangannya di media sosial adalah orang dengan kecenderungan rasa percaya diri yang rendah. Orang-orang seperti itu disebut sebagai orang yang suka caper, mereka mengandalkan mendapat likes atau comments di akun media sosialnya untuk memberikan rasa nyaman terhadap diri sendiri.

Namun, Tara Marshall (dosen psikologi) mengungkapkan, bahwa orang-orang seperti ini dapat terpuaskan oleh banyaknya likes dan comments, akan tetapi teman-temannya di media sosial sangat memungkinkan untuk memberikan “dukungan palsu”. Dukungan palsu itu muncul karena sebenarnya mereka tidak terlalu menyukai tindakan narsis seperti itu.

Why Social Media is Ruining Your Relationship - Finding True Love

Sumber Gambar: Finding True Love

Bagaimana menurutmu soal penelitian-penelitian tersebut? Apa telah mewakili asumsi yang pernah kamu pikirkan? Tapi, ada baiknya tidak terlalu memikirkan unggahan pribadi orang lain di media sosial loh, karena tidak terlalu bermanfaat bagi dirimu sendiri. Hehe.

Sampai jumpa di artikel berikutnya, unggahlah secukupnya!

Related Posts