@GardaSatwaINA Tiap Hari Diprotes Netizen

Gardasatwa

Bagi teman-teman yang menyukai binatang, terutama anjing dan kucing pasti sudah enggak asing lagi dengan Garda Satwa Indonesia.

Garda Satwa Indonesia (GSI) yang berdiri pada bulan Juni 2011 adalah salah satu organisasi non-profit yang fokusnya menyelamatkan satwa dometikasi (satwa peliharaan rumahan) yang ditelantarkan ataupun diperlakukan tidak adil oleh manusia.

GSI dibentuk oleh Davina, Nong Mahmada, Guntur Romli, Chico Hakim dan Jo atas kepedulian dan kegelisahan kami melihat masih banyaknya satwa khususnya anjing dan kucing yang terlantar.

Berbagai kampanye untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan kesejahteraan satwa, terutama anjing dan kucing dilakukan oleh GSI, seperti edukasi ke sekolah-sekolah ataupun mengadakan kegiatan steril dan vaksin.

Menurut Jo, salah satu pendiri GSI, baru sekitar tahun 2014 GSI mulai melakukan sosialisasi melalui media sosial. Ia menilai melalui media sosial jangkauan sosialisasi yang dilakukan GSI dapat lebih luas.

Media sosial biasanya digunakan sebagai sarana mengiklankan event-event yang akan diselenggarakan karena dinilai lebih efektif daripada mengiklankan melalui broadcast message di bbm atau whatsapp.

Selain aktif mengiklankan event di media sosial, GSI juga aktif mengedukasi masyarakat melalui media sosial Facebook dan Instagram. Kedua media sosial tersebut dipilih GSI karena menyediakan kapasitas karakter yang lebih besar. Sehingga dapat menyampaikan informasi secara utuh dalam satu kali posting.

Perjuangan GSI dalam mengedukasi dan menyosialisasikan kesejahteraan hewan di media sosial sering kali menuai protes dari netizen.

“Tiap hari, bukan cuma breeder. Akhir-akhir ini lapo juga, tapi so far kita bisa handle.” – @ciuberjalan

Lebih jauh, menurut Jo, saat ada netizen yang protes dengan apa yang GSI sampaikan di media sosial maka saatlah terbuka kesempatan bagus untuk mengedukasi lebih dalam dan lebih detail kepada para netizen.

“Lihat saja postingan di Facebook pas Ahok mau legalkan daging anjing. Ramai diserang tapi justru kita jelaskan dengan detail.” – @ciuberjalan

Memang tidak mudah untuk mengedukasi orang lain terlebih melalui media sosial yang memiliki pengguna dengan beragam latar belakang, namun semoga apa yang diperjuangkan GSI saat ini dapat memberikan dampak yang baik dikemudian hari.