@GNFI: “Kebanggaan Lahirkan Sikap Optimis untuk Indonesia”

headerGNFI

Indonesia merupakan Negara yang memiliki keindahan di sepanjang wilayahnya, dari Sabang sampai Merauke, serta dari Miangas hingga Pulau Rote. Keindahan Indonesia pun telah diakui oleh wisatawan-wisatawan mancanegara yang pernah singgah di negara kepulauan ini.

Selain itu, Indonesia juga memiliki prestasi tingkat dunia yang cukup membanggakan di segala bidang. Namun tidak banyak media massa yang memberitakan prestasi dan kabar baik tentang Indonesia.

Salah satu gerakan Independen yang selalu memberikan kabar-kabar baik dengan harapan untuk menumbuhkan rasa optimisme masyarakat Indonesia adalah Good News From Indonesia atau GNFI. Kami berkesempatan untuk mewawancarai dan menjadikan GNFI sebagai Tamu Kita di edisi kali ini.

Akhyari Hananto yang merupakan founder dan Editor in Chief  menceritakan bahwa GNFI berdiri pada Maret 2008 melalui tulisan-tulisan di blogspot yang diprakarsai olehnya. Akhyari menceritakan sebelum membuat website GNFI, dia mengadakan survey sederhana yang dilakukan hampir 2,5 bulan untuk mengetahui tingkat optimisme pemuda-pemudi Indonesia.

Di luar dugaan, respondennya cukup banyak. Dari hasil survey tersebut, 83% responden mengatakan bahwa mereka mengaku pesimis dengan masa depan Indonesia dan mereka juga tidak yakin Indonesia bisa mengejar ketertinggalan dari bangsa lain. Dari berbagai jawaban yang disampaikan responden, pendapat mereka bermuara pada satu hal yaitu tidak adanya berita baik, positif, menginspirasi, dan membanggakan tentang Indonesia.

Kemudian pada 2009, dibantu oleh beberapa relawan di berbagai tempat di Indonesia, bahkan relawan di luar negeri, mereka membuat website dan menghubungkan GNFI dengan Persatuan Pelajar Indonesia di Luar Negeri.

Saat ditanya kenapa memakai nama GNFI yang menggunakan bahasa asing, Akhyari pun mengatakan bahwa GNFI memang menggunakan Bahasa Inggris pada awalnya. “Memang Good News from Indonesia adalah istilah berbahasa Inggris. Awalnya, seluruh tulisan dan artikel di website GNFI pun berbahasa Inggris, karena kami mengangggap reputasi Indonesia di luar negeri masih kurang baik.”

“Seiring waktu, kami mulai menyadari bahwa reputasi Indonesia di dalam negeri pun masih perlu ditingkatkan, sehingga berita-beritanya diubah ke dalam Bahasa Indonesia. Karena nama GNFI sudah terlanjur dikenal, melekat, dan cukup catchy, kami memakai terus nama itu,” sambung Akhyari.

Dia juga menjelaskan bahwa tujuan utama GNFI sesuai dengan tagline yang mereka miliki, yakni “Restoring optimism, rebuilding confidence”. Jika dijabarkan, Akhyari ingin mengembalikan optimisme dan membangun kembali kepercayaan diri bangsa melalui berita yang membanggakan.

“Kami berharap audiens mampu untuk terus optimis dan percaya diri serta bangga menjadi Indonesia. Jika sudah seperti itu, mereka akan menularkannya ke orang-orang disekitar,” ujarnya.

Akhyari juga mengatakan hampir semua hal positif yang berkaitan dengan Indonesia pasti diberitakan oleh GNFI. Mulai dari ekonomi, kuliner, olahraga, militer, pendidikan, hingga keindahan alam. Alasannya adalah agar para pembaca juga paham bahwa dari berbagai sektor, ada saja berita yang positif tentang Indonesia.

Akhyari pun berpesan kepada masyarakat Indonesia, terutama para pemuda dan pemudinya untuk bangga kepada Indonesia.

 “Kebanggaan dan kecintaan kepada Indonesia akan melahirkan sikap positif, optimis, dan penuh harapan. Teruslah mencintai Indonesia, karena Tuhan punya alasan sempurna mengapa kita dilahirkan di negeri ini.”

-Akhyari Hananto

Related Posts