Habis CELUP, Terbitlah JeprutID

Dipenghujung 2017 ramai diperbincangkan di lini masa media sosial (medsos) Twitter, tentang kampanye untuk memotret pasangan yang sedang bermesraan di ruang publik kemudian melaporkannya. Dengan tagline-nya “Pergokin yuk! Biar kapok!”. Gerakan CELUP (Cekrek, Lapor, Upload) ini mengajak untuk memotret tindakan asusila yang berada di sekeliling kita, kemudian menggunggahnya di medsos, setelah itu akan mendapatkan poin. Lalu poin itu bisa ditukarkan dengan voucher pulsa dan hadiah lainnya. Menurut kalian, apakah gerakan seperti ini dapat dibenarkan?

Adakah larangan untuk bermesraan atau bertindak asusila di ruang publik? Ada! Pada pasal 281 KUHP, tentang tindak pidana merusak kesopanan di depan umum. Lantas dengan adanya UU yang mengatur mengenai perbuatan asusila tersebut, apakah setiap orang menjadi bebas untuk mengunggah gambar seseorang yang sedang bermesraan di ruang publik?

Penyebaran foto atau konten lain yang berkaitan dengan tindak asusila melalui media sosial juga dapat dikenakan UU ITE, yaitu penyebaran konten pornografi. Setelah brosur bertuliskan tentang kampanye anti asusila atau CELUP ini menjadi viral, beredar klarifikasi dari sang founder yang mengatakan bahwa ini hanya merupakan tugas kuliah dan bukan benar-benar dilakukan. Terlepas dari benar atau tidaknya gerakan ini, kita sebagai pengguna media sosial harus mengetahui batasan dalam menggunggah suatu konten.

Dengan memotret dan mengunggahnya di medsos bukanlah langkah yang tepat. Ada etika dalam penyebaran konten atau informasi di internet atau medsos. Sudah bisa dipastikan kalau yang menjadi objek dari foto yang diunggah tersebut tidak akan terima kalau fotonya dipublikasikan secara umum, apalagi dengan embel-embel melakukan perbuatan asusila.

Tak lama setelah gerakan CELUP ini menjadi viral, muncul gerakan tandingan yang bertolak belakang tujuannya, yaitu JeprutID. Apa itu JeprutID? Jeprut adalah akronim dari Jepret, Upload, Teruskan (buat berbagi kebaikan di sekitar kita). Gerakan ini pertama kali diunggah oleh akun Twitter @JennyJusuf pada tanggal 28 Desember 2017. Tujuan dibuatnya gerakan ini adalah agar medsos menjadi lebih adem dan hati menjadi tentram. JeprutID memiliki tagline “Karena semua orang bisa berbagi kebaikan”.

Dalam unggahannya tersebut, sang founder mengajak warganet untuk mengirimkan foto beserta caption bertema kebaikan ke alamat email jeprut.id@gmail.com. Di sana juga terdapat screenshot akun Instagram @jeprutid. Hingga saat ini, akun Instagram @jeprutid sudah memiliki 2179 pengikut dengan 21 unggahan foto bertema kebaikan.

Jika ingin mengunggah konten dan membuatnya viral di medsos, menurut kami ada baiknya jika warganet mengunggah konten yang bernilai positif. Pengguna medsos yang cerdas, sudah pasti tahu konten apa yang sekiranya boleh atau tidak boleh dibagikan untuk umum. Kamu kah salah satunya?

*Dikutip dari berbagai sumber

Related Posts