Hans David: “Gue Bukan Selebtwit, Gue Rockstartwit!”

hansdavid

Apa menariknya follow akun Twitter seorang jurnalis? Banyak. Akun Twitter jurnalis kerap memberi informasi terkini yang bahkan belum dipublikasikan media massa. Misalnya saja saat akun @BILLYKOMPAS ngetwit soal ditangkapnya Bambang Widjojanto oleh polisi. Isu tersebut kontan menghebohkan Twitterland, sebelum ada media yang menulisnya. Tahun 2012 silam saat konflik Cicak VS Buaya Part 1, pria bernama asli Billy Khaerudin ini juga melakukan livetweet tentang mencekamnya situasi di kantor KPK di malam penjemputan seorang penyidiknya oleh polisi.

Ya, jurnalis yang aktif ngetwit memang selalu seksi, karena dianggap punya banyak bocoran alias info off the record yang siapa tahu aja keceplosan di twit. Hans David dengan akun @hansdavidian yang ber-follower 50.000-an, menepis hal itu. “Banyak yg nuduh twit-twit gua isinya off the record semua, padahal itu gara-gara mereka aja yang kurang baca koran dan kurang info,” ujar jurnalis The Jakarta Post ini kepada PoliTwika.

Di mata jurnalis mungkin info-info itu dianggap biasa, tapi banyak publik yang kurang update menganggap info yang mereka twit merupakan suatu bocoran yang menarik. Media sosial seperti Twitter sendiri dianggap lumayan bisa membantu jurnalis melakukan pekerjaannya. Seperti Hans yang kadang mencari referensi narasumber untuk topik tertentu.

Bagi jurnalis yang meliput isu politik dan hiburan, Twitter sangat membantu kerja mereka. Banyak tokoh politik, selebriti, seniman, pejabat negara dan pengamat yang mencurahkan ide dan pikiran mereka di Twitter. Sudah jadi tren di mana kicauan seseorang di Twitter bisa dijadikan bahan berita. Menurut Hans yang kini membidangi dunia hiburan, hal itu sah-sah saja, selama yang dikutip adalah akun asli, bukan akun palsu.

Sering ngetwit soal bola, isu yang lagi hot, akun @hansdavidian juga terkenal nyinyir abis. Misalnya waktu menyindir polah Sitok Srengenge, serta kubu Salihara, terkait kasus “kejahatan seksual” terhadap seorang mahasiswi. Atau memblejeti kemunafikan selebtwit lain yang ternyata penuh tipu-tipu. Kenyinyiran Hans lumayan juga sampai berbuah bully dari kalangan yang merasa tersindir. Bahkan tak jarang diancam. “Sering, yang ngancem biasanya ngeles dengan berbagai alasan kalo diajak ketemuan. Atau cuma cengengesan pas ketemuan ngga sengaja,” ungkap pria yang belum lama mengakhiri masa lajangnya ini.

Selain nyinyir, Hans “Si Abang Sejuta Adek” – demikian dia sering mengklaim dirinya- terkenal sebagai akun yang sering menyerang aktivis jempol, yaitu orang yang sering sok kritis dan hipokrit tapi cuma bisa ngetwit. Jauh sebelum Twitterland dilanda heboh tagar #ShameOnYouSBY, Hans sudah mengkritik SBY habis-habisan, tapi dia dicerca oleh #KelasMenengahNgehe yang menganggap Hans terlalu keras. Uniknya, gerombolan #KelasMenengahNgehe yang sama lah yang menggulirkan tagar #ShameOnYouSBY beberapa bulan kemudian. Dan mereka merasa sukses besar menjadi aktivis jempol yang menggerakkan massa jempol pula. “Bener-bener ngegambarin hipokrisi level tinggi orang-orang bergadget di kafe-kafe ini,” demikian nyinyiran Hans yang diamini oleh penulis.

Hans dan Billy hanya segelintir dari jurnalis yang aktif di Twitter. Nama lain ada @arifz_tempo , @arman_dhani, @arfibambani, @unilubis, dan banyak lagi. Masing-masing dengan gayanya sendiri. Media sosial memungkinkan seorang jurnalis tak lagi sebagai jurnalis saja, melainkan juga menjadi selebtwit. “Gue bukan selebtwit, gue rockstartwit,” kicau Hans suatu kali. Yeah, apapun itu, Hans.

Related Posts