Sepak Terjang Penipuan di Twitter

Semakin berkembang pesatnya dunia media sosial di Indonesia membawa dampak positif dan negatif. Media sosial akan berdampak baik jika kita menggunakannya dengan bijak, begitupun sebaliknya. Akhir-akhir ini, di era media sosial semakin tidak terkendali. Muncul banyak sekali berita-berita tentang penipuan. Khususnya di Twitter, akun-akun palsu yang digunakan untuk tujuan penipuan semakin banyak.

Akun Twitter penipuan biasanya berkedok jual beli online, tetapi ada yang berkedok akun penghimpun sedekah. Contoh sederhana tentang penipuan jual beli online adalah akun yang menjual akun dengan followers banyak. Seperti yang terjadi di link ini http://bit.ly/1ue98N6. Orang yang bernama Adi Setyo mengaku ditipu dengan iming-iming mendapatkan akun yang sudah memiliki banyak followers. Pada akhirnya, dia hanya mendapatkan akun yang ditawarkan berbeda dari kesepakatan awal. Dia mencari informasi penjual tersebut, tetapi hasilnya sia-sia.

Beralih ke kasus penipuan Twitter lainnya, ada akun yang berkedok menghimpun sedekah. Salah satu akun tersebut adalah @pejuang_sedekah. Modus penipuan yang dilakukan mereka awalnya berawal dengan memention akun secara random. Mereka memention orang-orang secara random dan juga berkicau. Kicauan mereka sangat meyakinkan, mereka membawa foto-foto subjek yang akan diberikan sedekah. Ahirnya, kedok akun mereka terbuka dan mereka bubar jalan bersama uang “sedekah” yang sudah terkumpul.

Dua kasus di atas adalah 2 di antara banyaknya kasus penipuan di dunia Twitter. Lalu apa sih yang menyebabkan orang-orang memilih Twitter sebagai lahan untuk melakukan penipuan? Berikut adalah alasan-alasannya:

  1. Mudahnya membuat akun.

Walaupun dalam perkembangannya Twitter sudah sangat selektif dalam pembuatan akun. Tetapi banyak orang dengan mudahnya membuat akun. Hal ini yang sangat menguntungkan pelaku penipuan. Dimana mereka jika ketahuan akan menjelma menjadi akun-akun lain.

  1. Sulit bagi orang awam membedakan akun asli dan palsu

Dengan makin banyaknya akun-akun di Twitter, membuat sulitnya membedakan antara akun palsu dan asli. Bahkan untuk sekelas orang terkenal, sudah muncul banyak sekali akun-akun yang sama dengan akun mereka.

  1. Akses untuk melarikan diri mudah

Alasan ini adalah alasan terasyik bagi para penipu. Dimana Twitter sangat mudah sekali untuk men-deactive-kan akun mereka. Sulit dilacak, ditambah lagi mereka bisa membuat akun Twitter lagi dengan mudah.

  1. Orang-orang akan mudah percaya kepada akun bertemakan sosial

Sepertinya setiap sisi kehidupan di dunia sudah ada di Twitter. Dari akun yang bertemakan komedi hingga berkonten penghinaan, lengkap. Bahkan untuk akun dengan tema sosial, sudah merebak banyak. Sisi ini dimanfaatkan oleh penipu, mereka menggunakan sisi lemah manusia yang tidak tega dan berjiwa sosial. Hasilnya, banyak orang tertipu dan mereka mengeruk keuntungan yang banyak.