Hoaks di WhatsApp? Laporkan ke Nomor Ini!

Dewasa ini, penyebaran hoaks di media sosial (medsos) makin mengkhawatirkan. Terlebih kini kita mendekati pesta demokrasi Pemilu Serentak yang akan dilaksanakan 17 April mendatang.

Berdasarkan data dari Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia), orang-orang sangat mudah terpengaruhi hoaks. Ini semua didorong karena kegalauan yang ada dalam diri sendiri dan ruang lingkup sosial yang sempit.

Hoaks yang kini berseliweran di medsos rata-rata terkait dengan politik, termasuk Pemilu 2019. Masih dari data yang dihimpun Mafindo, sepanjang 2018 saja terdapat 997 hoaks yang dilaporkan, dan 448 di antaranya (sekitar 49,94%) bertemakan politik.

Baca juga: @BudeSumiyati: Bekerjalah yang Halal, Wahai Penyebar Hoaks!

Para penyebar hoaks biasanya memakai beragam platform untuk menyebarkan berita bohong tersebut. Ada tiga platform medsos yang dipakai para penyebar hoaks, yakni Facebook, Twitter, dan WhatsApp.

Kali ini, Politwika akan membahas hoaks yang disebarkan via WhatsApp (termasuk WhatsApp grup), karena sangat sulit mendeteksi penyebaran hoaks yang ada di Whatsapp. Apalagi banyak orang yang langsung percaya jika mendapatkan kabar yang belum tentu benar faktanya dari WhatsApp.

Kini pihak WhatsApp tampaknya serius untuk memberantas (setidaknya mengurangi) penyebaran hoaks lewat aplikasi tersebut. Bekerja sama dengan Mafindo, WhatsApp menyediakan saluran telepon khusus untuk melaporkan hoaks dan misinformasi.

Baca juga: 7 Jenis Mis dan Disinformasi

Warganet bisa melaporkan teks, video, atau audio yang mengindikasikan hoaks ke nomor +62 855-7467-6701. Khawatir laporan kalian bocor dan diketahui orang lain? Tenang, pesan yang masuk ke nomor tersebut dilindungi oleh enkripsi sehingga tidak dapat bocor, bahkan tidak terlihat oleh WhatsApp.

Selain bekerja sama dengan Mafindo, WhatsApp juga menggandeng ICT Watch untuk memberantas hoaks di Indonesia. Bersama ICT Watch, WhatsApp akan memberi edukasi tentang misinformasi melalui program pelatihan Literasi Digital di 10 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta.

Selain itu, keduanya juga bekerja sama untuk mengembangkan stiker-stiker unik yang menyuarakan tentang misinformasi di WhatsApp.

Jadi, sudah siapkah kalian memberantas hoaks dan misinformasi yg ada di WhatsApp?

Sumber

Related Posts