@Imanbr: Sukarnois yang Menelusup di Media Sosial

 

Storyteller, Ocean Junkie, Sukarnoisme. Gooners. Mungkin namanya di media sosial dikenal sebagai orang yang mencintai Bung Karno sampai darah dagingnya. Sedangkan di jagad selebriti dia dikenal sebagai seorang sutradara. Kalau di lapangan bola dia dikenal sebagai fans Arsenal. Bahkan ada yang mengenal dia sebagai seorang blogger aktif dan pecinta dunia laut. Ya, dia adalah Iman Brotoseno. Pemilik akun @imanbr. Sosok yang cukup aktif di dunia Twitter dan blog ini memiliki ciri khas tersendiri ketika beredar di dunia media sosial.

Iman Brotoseno mulai aktif dengan dunia blogger sejak tahun 2005 dan dia pernah menjadi Chairman Pesta Blogger tahun 2009. Di dunia film dia seringkali membuat iklan-iklan seperti Gudang Garam, Bank BNI atau pun KFC. Melalui video klip lagu Krisdayanti, Iman Brotoseno mendapatkan penghargaan dari MTV South East Asia. Iman juga pernah menjadi ketua Asosiasi Pekerja Film Iklan Indonesia.

Di dunia blog dan media sosial, Iman Brotoseno terkenal sering membahas Sukarno. Dalam sesi wawancara melalui email, Iman Brotoseno mengatakana kepada kami “Bung Karno adalah orang hebat yang mungkin tidak akan lahir dalam beberapa ratus tahun kemudian. Semua orang tahu jasa Bung Karno, lepas dari segala ‘ kesalahannya ‘. Saya mungkin terlalu personal dalam memandang Sukarno, tapi dengan segala pemikirannya dan rasa cintanya kepada bangsanya, melalui Bung Karno, saya melihat sebuah Indonesia yang ideal.” Itulah yang menjadikan Iman mencintai Sukarno dan menyebarkan kecintaannya di media sosial.

Kecintaannya terhadap Sukarno membuat Iman Brotoseno mempunyai haters. Mereka adalah orang-orang yang sering menganggap Iman sebagai orang PKI, Komunis atau bahkan JIL. Tapi dia menanggapinya dengan santai saja

“Sudah biasa saya diserang tentang Sukarno. Tapi saya tak pernah sekalipun ragu untuk memasang kata ‘ Sukarnoisme ‘ dalam bio di profile picture Twitter saya. Tentu terlalu panjang jika saya membela pemikiran dan konsep Marhaen dari Bung Karno.  Tapi satu hal yang mereka tidak bisa pungkiri. Bahwa Bung Karno adalah proklamator negeri ini. Apa yang terjadi jika dia tidak berjuang untuk memerdekakan Indonesia.”

Ada sebuah gosip tentang Iman Brotoseno bahwa karena kecintaannya terhadap Sukarno, dia dekat dengan keluarga Sukarno. Bahkan ada yang menyebut dia sebagai pemegang akun Puan Maharani. Tapi Iman Brotoseno menepis gosip tersebut.

“Ayah ibu saya memang dekat memiliki pengalaman historis dengan Bung Karno. Ada kisah yang saya tulis di blog saya, tapi kalau dari situ saya lalu menjadi admin Twitter Puan Maharani, ya tidak benar.  Dia mengelola akun Twitternya sendiri. Saya rasa dia tidak terlalu aktif dengan Twitter. Dia hanya berkicau dalam Twitter ala kadarnya. Tapi bukan berarti dia tidak paham tentang issue issue yang terjadi di media sosial.”

“Paling sesekali saya hanya japri BBM atau whatsapp ke beliau untuk merespons hal-hal yang perlu di counter agar tidak terjadi kebingungan. Misalnya, ketika dulu ada akun Twitter Puan Maharani ( palsu ) yang berkicau tentang musibah bencana alam Banjarnegara yang katanya di Jawa Barat. Untuk itu saya meminta Mbak Puan untuk mengetwit dari akun aslinya, sehingga masyarakat media sosial mengerti mana akun yang benar dan mana yang palsu.”

Keaktifan Iman di duna Twitter tidak bisa melepaskan dirinya dari sebuah gaya hidup “twit-war”. Pengalaman beradu argumen di Twitter baginya cukup banyak. Umumnya, twitwar yang dilakukan berada di sekitaran kecintaannya terhadap Sukarno. Dia pernah twitwar dengan kader partai Hanura, simpatisan PKS dan karena pada pilpres kemarin dia mendukung Jokowi dia pernah meladeni pendukung Prabowo. Tapi di tahun ini dia tidak ingin terlalu sibuk mengurusi fenomena ini. Iman ingin fokus terhadap proyek film yang sedang digarapnya.

Itulah Iman Brotoseno, orang yang aktif menggunakan media sosial untuk menyebarkan kecintaannya terhadap Sukarno. Di akhir wawancara dengan kami, dia berpesan terhadap netizen Indonesia agar lebih berhati-hati dalam mencari informasi. Banyak fitnah dan kebencian hadir di dunia media sosial. Gunakan hati, otak dan akal sehat dalam menanggapi semua itu.

Related Posts