Ingin Panjang Umur? Letakkan Gawai Kalian!

Di zaman dengan kemajuan pesat seperti sekarang, tampaknya menjadi hal yang mustahil jika kita hidup tanpa gawai. Ya, bahkan banyak anak kecil yang sudah mulai menggunakan gawai. Tidak salah sih, tapi sebaiknya masih dalam pengawasan orang tua.

Faktanya, terlalu lama mengakses gawai bisa memperpendek umur. Berdasarkan lansiran New York Times, banyak mengakses gawai dapat meningkatkan kadar hormon kortisol. Hormon kortisol dikenal sebagai hormon stres karena diproduksi lebih banyak saat tubuh mengalami stres.

Jika sudah seperti itu, apa yang terjadi? Terlalu lama mengakses gawai juga meningkatkan kadar kortisol menjadi kronis, membuat tubuh lebih mudah stress, dan kemudian mengancam kehidupan kita.

Seandainya hormon kortisol sudah meningkat, bisa memicu tingginya tekanan darah, detak jantung menjadi lebih cepat, dan gula darah yang juga menjadi tinggi. Ya, itulah mengerikannya jika kita stress karena terlalu lama berinteraksi dengan gawai.

Menurut Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Niken Widiastuti, masyarakat Indonesia hanya bisa hidup tanpa gawai selama 7 menit.

Masih dari data yang dikeluarkan Kominfo, akses terhadap gawai yang dimiliki masyarakat Indonesia mencapai 8 hingga 11 jam. Bayangkan, betapa stress-nya masyarakat Indonesia karena kecanduan gawai.

Menurut kami, alangkah baiknya jika kita untuk belajar mengurangi akses pada gawai. Apalagi kita (setidaknya pembaca artikel ini) sudah mengetahui bahaya yang ditimbulkan akibat kecanduan gawai.

Untuk mengurangi akses pada gawai, bisa dimulai dengan menonaktifkan semua notifikasi di gawai. Setelah itu, unduhlah aplikasi yang benar-benar berguna dan penting bagi diri kita sendiri.

Jika mau lebih ekstrim, kita bisa saja melakukan puasa mengakses gawai, misalnya tidak mengakses gawai kecuali hal-hal yang berkenaan dengan pekerjaan dan keluarga.

Kalau dipikir-pikir, puasa gawai dengan hadiah semakin sehatnya mental dan panjangnya umur adalah hal yang tidak terlalu buruk, kan?

Sumber

Related Posts