Jadi Aplikasi Terbaik, Tik Tok Langgar Privasi Anak

Masih ada yang ingat aplikasi Tik Tok yang sempat viral di kalangan warganet Indonesia? Aplikasi jaringan sosial dan platform video musik asal Tiongkok ini diluncurkan pada September 2016, kemudian viral di Indonesia pada pertengahan 2018.

Beberapa waktu lalu, aplikasi Tik Tok yang dulu dianggap alay oleh sebagian orang nyatanya sudah diunggah sebanyak satu miliar kali. Iya, satu miliar. Dengan ini, Tik Tok menjadi aplikasi keempat yang paling banyak diunduh dalam kategori non-game pada 2018.

Memperoleh banyak pengunduh tidak serta-merta membuat Tik Tok menjauh atau terhindar dari masalah. Kabar terbaru, aplikasi ini dituduh melanggar privasi anak-anak di bawah umur.

Tik Tok harus membayar denda sebesar USD 5,7 juta atau setara dengan Rp80 miliar kepada Komisi Perdagangan Federal (FTC) karena secara ilegal mengumpulkan data serta informasi pribadi dari anak-anak di bawah 13 tahun.

Selain itu FTC juga menuntut aplikasi ini untuk memberikan batas usia pendaftar yang sesuai dengan undang-undang perlindungan data di Amerika Serikat.

Menurut Ketua FTC, Joe Simons banyak anak  di bawah usia 13 tahun yang masih tidak bisa mencari izin dari orang tua sebelum mengumpulkan nama, alamat email, dan informasi pribadi lainnya. Padahal target awal audiens aplikasi Tik Tok adalah pengguna berusia 16 hingga 25 tahun.

Soal keborocan data merupakan hal yang seharusnya dicegah sejak awal bergabung dengan aplikasi apapun, karena bisa fatal akibatnya. Salah satu akibat kebocoran data adalah dengan mudahnya dimanfaatkan untuk phising atau penipuan oleh hacker.

Jadi, berhati-hatilah dalam menggunakan identitas atau informasi asli untuk kegiatan yang bersifat online, terlebih untuk anak-anak. Kalau bisa, kita harus membimbing anak-anak dibawah umur yang ada di sekitar kita dalam menggunakan aplikasi online.

Sumber

Related Posts