Jadi Netizen Teladan Saat COVID-19 Menyerang

Situasi memang banyak berubah gara-gara si virus corona, tapi apa lagi yang bisa kita lakukan selain bertahan, dan berkontribusi di tengah pandemi? Physical distancing dengan melakukan karantina mandiri di rumah tak akan menjadi hambatan, selain memang menjadi hal yang sangat dianjurkan guna memutus rantai penyebaran Covid-19, kontribusi kita di tengah pandemi pun tetap masih bisa dilakukan tanpa harus keluar rumah.

Sumber Gambar: Getty Images

Gimana caranya? Yup, sesederhana menggenggam smartphone dan menggunakan media sosial. Namun, penggunaan media sosial juga harus diperhatikan caranya, terutama saat pandemi seperti ini. Ada hal-hal yang harus kamu hindari, dan ada yang mesti ikut kamu sebarkan.

Hindari Beropini Tentang Covid-19

Tiffany Wilson dari Elite Agents memberikan tip untuk tidak memberikan opini pribadi terkait Covid-19, sebab bila kamu ceroboh dalam beropini, hal ini bisa berdampak sangat besar untuk masyarakat. Cara terbaik yang dapat kamu lakukan saat ini adalah menghindari opini tersebut, namun kamu masih punya pilihan untuk tetap update hal-hal yang kamu lakukan selama physical distancing. Misalnya, bisa mengenai alternatif pekerjaan yang kamu lakukan dari rumah, atau layanan bisnis yang memberikan delivery service selama pandemi berlangsung, dan hal-hal teknis, atau bernada positif serupa.

Ngomongin film Ghibli favorit juga boleh kok!

Puasa Meme!

Beberapa dari kamu pasti suka sekali dengan meme dan jokes yang terkandung di dalamnya, namun Tiffany Wilson bilang, enggak peduli seberapa “aman” humor yang kamu pikir itu enggak begitu penting untuk sekarang. Enggak ada yang bisa menjamin kalau meme atau jokes tersebut tidak menyinggung pihak lain di situasi sensitif seperti ini.

Masih ingat ‘kan kamu soal kasus komika Coki Pardede yang bercanda soal banjir di awal tahun kemarin? Gurauannya jadi terlihat insensitive dan menimbulkan kesalahpahaman informasi.

Jangan Sebarkan Kepanikan

Covid-19 memang menimbulkan dampak ekonomi bahkan krisis. Tapi, bukan berarti kamu bisa membombardir informasi mengenai  berita krisis, atau berita-berita yang menimbulkan kepanikan. Misalnya, menyebarkan informasi bahwa banyak toko-toko swalayan yang diserbu dengan masyarakat setempat, padahal tindakan tersebut juga dilakukan akibat dari kepanikan itu sendiri. Pokoknya, kamu enggak boleh bikin orang lain panik! Berpikir dua kali sebelum membagikan informasi ya.

Posting Secukupnya, Ingat Untuk Offline

Seimbangkan kegiatan online dan offline! Online memang pilihan yang sangat menggoda dan cukup memuaskan untuk kita yang sedang aktif dalam gerakan #dirumahaja, namun aktivitas riil juga lebih penting lagi. Ikut menyebarkan informasi positif selama pandemi akan lebih bagus lagi, bila kamu bisa berhasil menunjukkan kepada warganet bahwa kamu berhasil bertahan di situasi seperti ini. Tunjukkan kalau kamu sudah bisa masak 10 resep makanan, enggak cuma omdo untuk nyaranin buat isi waktu luang!

Aktivitas riil juga dapat menyehatkan badan dan mental kamu loh, sebab kamu tidak terlalu berlama-lama di depan gadget, lalu kamu aktif menggerakkan badan, serta bisa mengalihkan pikiranmu dari percapakan yang berlebih soal virus corona di media sosial.

Positive Message, Positive Vibes

Wabah Covid-19  sendiri sudah menjadi isu negatif yang sedang kita hadapi, memang sudah seharusnya kita menyebarkan informasi positif yang akan membantu membawa pengaruh positif juga. Bertukar pesan-pesan positif dengan kerabatmu, biarkan mereka tahu, kalau kamu begitu peduli dengan mereka, buat diri kita membentuk pertahanan untuk saling menguatkan.

Kamu juga bisa membawa positivity-mu ke dalam kegiatan bermanfaat lainnya, seperti ikut mengampanyekan dana sosial untuk masyarakat terdampak Covid-19, atau membagikan makanan-makanan pada masyarakat sekitar melalui bantuan layanan pesan antar.

Related Posts