Jangan Pasang Iklan, Mending TikTok-an!

TikTok tengah menjadi sorotan sebagai media sosial yang berhasil memadukan konten hiburan menjadi bernilai kreatif, mendidik, inspiratif, dan menarik dengan beragam efek musik, suara, dan video. TikTok mengikat antusiasme komunitas yang sangat kuat, banyak kreator atau audiens dari komunitas tersebut yang hanya bisa ditemukan di platform TikTok, tidak pada platform lain. Namun, kreator dan para audiens di TikTok begitu membawa “kegembiraan” dan sangat menginspirasi kreativitas dalam konten yang mereka bagikan.

Dilansir dari campaignlive.co.uk, brand terkenal di dunia, seperti Gucci, Nike, dan Red Bull sudah memanfaatkan TikTok dan mendulang hasil yang sangat memuaskan. Bagaimana dengan local brand  yang baru merintis bisnis? Tenang, sepertinya kamu tak perlu repot memasang iklan, karena lebih baik coba TikTok-an saja!

Beauty Brands Tap Tiktok Influencers for Holiday Campaigns | News &  Analysis | BoF

Sumber Gambar: The Business of Fashion

Jadi Pengguna TikTok, Untuk Menjadi Kreator!

TikTok memiliki tujuan yang sangat jelas untuk para audiensnya, yakni untuk membuat audiens merasa terhibur, bukan sekadar mencari hiburan. Bila kamu ingin brand-mu dilirik di TikTok, itu artinya brand kamu harus benar-benar menghibur. Namun, brand harus memahami community yang diciptakan dalam TikTok. Dalam aplikasi ini iklan tidak begitu berperan besar dibandingkan konten-konten yang viral secara organik, tentunya konten organik lebih melekat dan dikenal ketimbang “iklan yang terlihat iklan”.

Itulah sebabnya, brand besar tetap meluangkan waktu untuk menonton video yang sedang tren di TikTok, karena memahami komunitas adalah kunci menjadi bagian dari komunitas itu sendiri. Brand dapat menciptakan konten dari tren yang sedang viral, kemudian menginovasikannya dengan sentuhan khusus (value/uniqueness) dari personal branding mereka.

“TikTok makes it so easy for you to recreate things and imitate things; everyone is adding their own personal touches, their own personal twists and making content that is super unique to them while at the same time embracing internet memes and culture.” – TikTok Creator @jackbenedwards.

Sebetulnya, tidak hanya ada cara organik untuk terlihat di dalam TikTok. Belum lama ini aplikasi tersebut telah meluncurkan TikTok for Business yang menyediakan berbagai layanan untuk meningkatkan impresi. Tersedia enam kategori layanan dalam TikTok for Business  yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, tentunya kemunculan layanan ini juga diciptakan tanpa mengesampingkan user experiences dari para pengguna, serta turut menciptakan gaya brand yang justru dapat menciptakan ruang diskusi di antara para pengguna.

Buat Konten Seperti Pengguna, Bukan “Pengiklan”

Pengguna media sosial tidak benar-benar membenci iklan sih, karena terkadang itu membantu, dan juga terlihat menggiurkan untuk mengundang sebuah tindakan (membeli). Tapi, sebagian besar pengguna media sosial memang kurang menyukai iklan, terlebih lagi bila iklan tersebut tiba-tiba muncul dalam layar smartphone, dan sangat terlihat “iklan”, lalu enggak relate.

Brand terkadang kesulitan memahami, kalau iklan tidak lebih efektif daripada “rekomendasi teman” (yang menyarankan audiens untuk mengenakan produk yang sama). Brand membutuhkan dirinya untuk menjadi seorang teman dari para audiens. Audiens yang menjadi temannya, akan menyebarkan pesan soal produk mereka, merekomendasikannya, dan tentu saja membuatnya menjadi viral. Di TikTok, brand lebih membutuhkan keterlibatan audiensnya, dengan menawarkan proses kreatif, yang jauh lebih menarik dibandingkan iklan.

Can TikTok Become Fashion's Next Big Frontier? – WWD

Sumber Gambar: WWD

Pahami Komunitas dan Kodenya

Kode adalah ciri khas dari para pengguna di TikTok, yakni berupa musik, filter, efek, serta tagar. Hal-hal seperti itu penting untuk dipahami, karena meningkatkan peluang untuk lebih mudah ditemukan, dan lebih terlibat.

Akun TikTok Gucci, misalnya, belum lama ini menayangkan konten dengan tagar #AccidentalInfluencer yang menunjukkan tarian dan lagu. Gucci dinilai telah berhasil memadukan konten populer yang ada di TikTok ke dalam konten #AccidentalInfluencer yang sangat organik! Brand mewah tersebut berhasil menekan biaya produksi iklan mahal khas “mode kelas atas”, seperti iklan cetak glossy atau baliho besar di perkotaan.

Global Digital Marketing: How 5 Brands Are Leveraging Tik Tok

Sumber Gambar: I Concept

Lupakan Buku Panduan, Andalkan TikTok Toolkit

Bagi pemula yang ingin memasarkan bisnisnya, aplikasi ini memang lebih tepat dibandingkan buku panduan memasarkan produk. Cara kerja TikTok sangat sederhana, yakni menggunakan TikTok Toolkit. Pemilik brand cukup memulai untuk berpikir, berperilaku, dan berkreasi seperti TikTokers. Yup, lagi-lagi kamu harus memahami pengguna, jadi TikTokers!

Berbagai gaya, musik, filter, efek, serta tagar yang tren berpeluang besar untuk lebih disorot algoritma, yang akan menghadirkannya kepada sejumlah besar pengguna TikTok.

Best TikTok Dance Compilation of November 2019 - Part 4 - YouTube

Sumber Gambar: YouTube

Iklan Bayar, Tapi TikTok Gratis!

Jika dapat mengeluarkan biaya produksi yang lebih sedikit, kenapa tidak? TikTok tidak akan memeras biaya produksimu, justru brand besar saja sudah terbukti telah mendapatkan kesuksesan dalam meluncurkan video organik ke platform tersebut tanpa biaya iklan. Namun, bila ingin memaksimalkan pemasaran memang ada layanan TikTok for Business yang dapat melakukan kampanye berbayar.

Segera unduh TikTok, pelajari keunikan komunitasnya, dan terapkan hal-hal menarik di dalamnya untuk dikreasikan pada konten buatanmu. Selamatkan kantungmu dari biaya iklan yang mencekik! Hehehe.

Related Posts