Jenis-Jenis Kekerasan Seksual di Internet yang Harus Kamu Waspadai

Dunia maya, memang seolah memiliki “dunianya” sendiri. Terlebih saat pandemi seperti ini, dunia maya pun lebih riuh dan ramai dibandingkan dunia nyata. Kita memang berada di dalam rumah, tapi kita berada di mana-mana di dalam dunia maya. Kita mungkin aman di dunia nyata, ada security yang berjaga di depan komplek, dan banyak anggota keluarga lainnya yang berada di dalam rumah untuk saling menjaga, tapi bagaimana dengan keamanan kita di internet?

What Constitutes Online Sexual Harassment And Are You Guilty Of It? |  #DigitalHifazat

Sumber Gambar: Feminism In India

Yap, di internet juga banyak kejahatan. Kedekatan dengan teknologi juga punya dampak-dampak tak menguntungkan lainnya, kejahatan siber bisa saja terjadi kapanpun, kepada siapapun. Kejahatan di internet rentan terjadi karena di sana identitas dan data diri kitalah yang dipertaruhkan. Salah satunya, kekerasan seksual di ranah digital.

Terdapat beberapa jenis pelecehan seksual atau Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang perlu kamu ketahui, agar kamu bisa lebih waspada terhadap perilaku warganet di dunia virtual, bahkan ini juga menjadi pengingat untuk mengantisipasi perilaku kita sendiri agar tidak melakukan “kekerasan seksual” tanpa disengaja. Berikut jenis-jenis KBGO yang harus kamu ingat-ingat:

1. SEXTING (SEX-TEXTING)

Picture

Sumber Gambar: unfriendable.com

Pernah enggak sih kamu menerima kiriman gambar atau pesan teks bermuatan seksual? Tentunya, gambar dan pesan tersebut tidak berdasarkan persetujuan kamu. Nah, itu masuk ke dalam kategori sexting! Kamu harus aware, kalau hal-hal seperti ini merupakan kategori pelecehan seksual, kamu bisa segera memblokir dan melaporkan akun orang-orang seperti itu.

 

Sexting adalah pelecehan seksual yang paling sering terjadi di dunia maya. Aktivitasnya berupa mengirimkan atau mengunggah konten intim, seperti foto telanjang atau setengah telanjang, ata pesan bernada seksual, tanpa persetujuan kedua belah pihak. Pelaku biasanya melancarkan aksi di media sosial ataupun platform yang dapat mempertemukan orang asing.

 

2. Non-Consensual Dissemination of Intimate Images (Revenge Porn)

Opinion | The Trauma of Revenge Porn - The New York Times

Sumber Gambar: New York Times

Baru-baru ini pastinya publik cukup familier mendengar istilah revenge porn ‘kan? Apa sih revenge porn ini? Non-Consensual Dissemination of Intimate Images merupakan penyebaran foto, suara/audio, video, atau ujaran yang berisi konten seksual milik seseorang tanpa persetujuan orang yang bersangkutan. Nah, salah satu bentuk dari kekerasan seksual tersebut bertujuan untuk balas dendam atau mengancam atau revenge porn.

 

Revenge porn acap kali digunakan pelaku untuk mengancam kekasihnya sendiri. Biasanya, pelaku mengancam menyebarkan konten agar kekasihnya tidak memutuskan hubungan asmara mereka. Jika kamu enggak sengaja menemukan konten yang terindikasi pada revenge porn, segera laporkan konten tersebut beserta akun pemiliknya ya! Dan, ketika pacarmu sendiri yang mengancam kamu, jangan takut kamu enggak sendirian! Segera laporkan ke pihak berwajib.

 

3. BODY-SHAMING

Stop Body Shaming Anyone! - Forum Pramugari

Sumber Gambar: forumpramugari.com

Body-shaming termasuk dalam Kekerasan Berbasis Gender Online, karena pelakunya tidak hanya menyerang aspek seksualitas, tetapi kerap menyerang aspek gender. Sayangnya, pelaku body-shaming tidak hanya ramai berkumpul di dunia maya, tapi di dunia nyata juga banyak banget. Ada saja orang-orang yang suka mencela dan menghujat tampilan fisik seseorang hanya karena dinilai enggak sesuai oleh standard masyarakat.

 

Standard masyarakat yang seperti apa sih? Misalnya, standardnya perempuan harus bertubuh langsing dengan bokong yang besar dan kulit yang putih, sementara laki-laki itu harus tinggi dan bertubuh kekar, kalau tidak begitu maka netizen akan bilang kalau orang-orang kayak gitu jelek, tidak pandai merawat diri, dsb. Nah, body-shaming kadang-kadang tidak disadari oleh pelaku loh, bahkan masyarakat umum pun kerap melakukannya secara tidak sadar. Yuk, ubah kebiasaan! Jangan sampai kamu andil dalam melakukan kekerasan seksual loh.

 

4. Scamming

How to Protect Kids from Online Sextortion – Tech News 2Day

Sumber Gambar: technews2day.com

Scamming adalah aktivitas menipu seseorang, yang dalam kekerasan seksaual, biasanya dilakukan melalui aplikasi kencan atau media sosial dengan cara membuat cerita palsu yang menarik simpati. Singkatnya, jual cerita sedih!

 

Cerita sedih yang dijual bisa membangun kepercayaan dari korbannya nih, pelaku pada akhirnya bisa saja mendapatkan yang ia inginkan, misalnya uang atau bahkan aktivitas bermuatan seksual. Kembali lagi soal cara aman dalam berselancar di aplikasi kencan daring, jangan sampai dirimu kena tipu oleh oknum-oknum seperti ini.

 

Sabar, cari tahu lebih lanjut soal si dia, telusuri latar belakangnya pelan-pelan, terlebih bila kamu ada niatan untuk melangkah ke hubungan yang lebih serius. Selengkapnya kamu bisa baca juga artikel soal dating online di sini ya, agar kamu terhindari dari scamming kekerasan seksual. Nah, jika kamu menemukan atau menerima informasi elektronik yang diragukan kebenarannya, atau ingin menyampaikan aduan apapun soal kekerasan seksual di ranah digital, Kominfo telah menyiapkan layanan aduan. Kamu cukup mengirimkan email ke aduankonten@kominfo.go.id ataupun melalui Twitter @aduankonten.

Related Posts