Kaum Milenial Pilih Gaul di Medsos Ketimbang Dunia Nyata

politwika kaum milenial eksis di medsosSering bete melihat pemandangan di mana orang berkumpul tapi asik dengan gadget masing-masing? Atau di tengah pesta ultah teman justru tiap orang sibuk dengan gadget, bukan saling ngobrol? Apa boleh buat, itulah ciri paling menonjol dari generasi Milenial. Siapa mereka? Majalah Time menyebut generasi Milenial alias generasi Y adalah mereka yang lahir antara tahun 1980-2000. Atau setidaknya 1980 akhir dan 2000 awal.

Generasi ini hidup di era di mana teknologi sudah canggih, internet sudah was-wus, dan gadget sudah serba smart. Akibatnya, mereka cenderung lebih suka bersosialisasi dengan gadget ketimbang tatap muka langsung. Setidaknya itulah hasil survei terbaru yang dilakukan Flashgap terhadap 150.000 user aplikasi berbagi foto. Mayoritas mereka adalah generasi Milenial. Dari angka itu, 87% mengaku sering menghentikan obrolan dengan orang secara langsung akibat terganggu dengan notifikasi gadgetnya. Sedangkan 54% mengalami rasa takut kehilangan sesuatu akibat tidak memeriksa akun medsosnya.

Sebanyak 3000 partisipan ditanyai tentang perilaku mereka di media sosial dan dunia nyata. Ternyata yang paling sering “merasa bersalah” adalah kaum wanita. Sebanyak 76% user wanita memeriksa akun medsosnya setidaknya 10 kali walau sedang bersama dengan teman-teman. Sedangkan kaum pria hanya 54%. Aplikasi medsos yang paling banyak dipakai kaum Milenial adalah Snapchat, Tinder, Facebook, Messenger, dan Instagram.

Orang terlalu fokus pada medsos ketika mereka sedang ada dalam suatu acara, dan membuat interaksi sosial di dunia nyata berkurang, demikian menurut Julian Kabab, co founder FlashGap. “Orang kehilangan momen pesta sebab mereka ingin tahun apa yang terjadi di medsos. Mereka melakukan selfi dan sibuk melakukan filter untuk fotonya,” ujar Julian. Akibatnya, setelah momen pesta itu usai, mereka menyesal.

Survei yang dilakukan FlashGap ini hasilnya nyaris serupa dengan yang dilakukan Virginia Tech University tahun 2014. Riset itu menyatakan, kehadiran teknologi mobile berpotensi besar memisahkan individu dari interaksi tatap muka. Manusia jadi lebih tertarik dengan kehidupan online daripada offline.

Itu baru generasi Milenial, bagaimana dengan generasi yang lebih muda lagi seperti Z dan generasi Alpha? Bisa terbayang, mereka kelak menjadi generasi yang anti sosial di dunia nyata, dan hanya mau berinteraksi secara online. Mengerikan, atau membanggakan?

Related Posts