Kejahatan Intai Anak di Hari Pertama Sekolah

Kejahatan2

Hari ini merupakan hari pertama dimulainya tahun ajaran baru, yakni tahun ajaran 2016/2017. Seperti hari-hari pertama sekolah pada umumnya, hari ini dipadati oleh kendaraan yang kebanyakan mengantarkan anak-anak menuju ke sekolah.

Satu hari sebelumnya, Minggu (17/7), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, mensosialisasikan anjuran untuk mengantarkan anak ke sekolah di acara Car Free Day (CFD) di Jakarta.

Anies mengimbau kepada masyarakat tentang pentingnya orang tua untuk mengantar anak ke sekolah pada hari pertama karena dapat mengembangkan pendidikan anak-anak. Dia juga mengatakan bahwa mengantar anak ke sekolah di hari pertama bertujuan untuk membangun komunikasi antara orang tua dengan guru agar bisa mengetahui perkembangan dan potensi sang anak.

Kampanye mengantarkan anak ke sekolah merupakan hal yang positif jika dilihat dari perkembangan potensi si anak. Namun kampanye tersebut bisa menjadi hal negatif jika para orang tua tidak mempedulikan privasi sang anak.

Contohnya, tidak sedikit dari orang tua yang ingin mengabadikan hari pertama anaknya bersekolah dengan memotret si anak memakai seragam, tag location di mana sang anak bersekolah, hingga kemudian diupload ke media sosial si orang tua.

Para orang tua rela melakukan hal tersebut untuk mendapat pujian di media sosial. Padahal ini sangat berbahaya untuk keselamatan sang anak karena secara tidak sadar, orang tua tersebut telah menyebarkan informasi pribadi si anak untuk menjadi konsumsi dunia maya. Apalagi saat ini banyak sekali kasus-kasus kejahatan terhadap anak yang bermula dari dunia maya karena mudahnya mendapatkan informasi di medsos.

Masih banyak orang tua yang tidak sadar bahwa hal tersebut sangat berbahaya bagi sang anak karena dapat menjadikan anak target penculikan. Selain menjadi target penculikan, anak juga bisa menjadi korban kejahatan seksual berupa pedofilia yang hingga kini kasusnya terus meningkat.

 Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Maria Advianti, mengatakan pada 2011 ada 188 kejahatan yang melibatkan anak dan internet. Kejahatan yang melibatkan anak dan internet pun meningkat pesat menjadi 932 kasus pada 2014.

Hal tersebut seharusnya membuat para orang tua menjadi lebih berhati-hati dalam menjaga privasi anak. Jika tidak ingin sang anak menjadi target penculikan dan kejahatan pedofilia, orang tua tentu harus berpikir kembali jika ingin mengupload foto si anak karena keselamatan anak lebih dari segalanya.

Related Posts