Kicauan Media Sosial Seputar Presiden Baru

Media sosial sepertinya akan terus menerus menjadi kegemaran rakyat Indonesia. Banyak hal bisa dibagi di sini dari kesenangan atau pun kesedihan. Bahkan untuk isu-isu seputar kepemerintahan Jokowi pun media sosial ikut andil. Banyak netizen Indonesia yang mencurahkan pandangannya terhadap pemerintahan Jokowi-JK di media sosial. Dari akun asli sampai akun anonim ikut membahasnya.

Pembahasan kinerja kabinet Jokowi-JK media sosial tidak terlepas dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan mereka. Walaupun terkadang hal-hal kecil pun juga ikut dikomentari oleh netizen. Sebut saja seperti update status Facebook atau cuitan beliau di Twitter. Jokowi dan SBY pun sering cuitan no mention satu sama lain (SBY-Jokowi Saling No Mention atau Jokowi-SBY melakukan perang update status). Selain kejadian itu ada banyak pro & kontra tentang kebijakan-kebijakan Jokowi. Berikut kami coba ringkas apa saja kebijakan Jokowi yang ramai di media sosial.

1. Pemilihan Kabinet

Mungkin cobaan pertama Jokowi adalah tentang pemilihan kabinet. Hal yang paling mencolok adalah tentang penunjukkan beberapa menteri yang dinilai bermasalah. Hal ini dikarenakan Jokowi menggandeng KPK dalam proses seleksi. Sedangkan KPK mengeluarkan informasi ada beberapa calon menteri yang diberi label merah dan kuning. Sampai dilantiknya para menteri, publik tidak mengetahui siapa menteri yang dicap merah.

Deretan nama menteri pun juga menjadi perhatian publik. Seperti Rini Soemarno, dan Puan Maharani. Puan dianggap sebagai titipan Megawati di kabinet Jokowi. Sedangkan menteri yang mendapatkan dukungan sampai saat ini adalah ibu Susi. Kebijakan dan gayanya yang nyentrik selalu mencuri perhatian publik.

2. Kartu Sakti

Kartu Sakti sebenarnya sangat baik dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia. Kartu ini bisa membantu rakyat miskin untuk mendapatkan pengobatan dan pendidikan gratis. Tapi yang menjadi perhatian netizen yang membuat gempar media sosial adalah tentang asal dana kartu sakti tersebut. Apalagi setelah Yusril Ihza Mahendra mencuit beberapa pandangan terhadap kartu ini. (Kartu Sakti Jokowi atau Yusril Berbicara Kartu Sakti).

3. Harga BBM

Netizen sangat meributkan hal ini. Apalagi kalau bukan hal yang bersangkutan dengan hidupnya. Harga BBM. Bayangkan saja kalo harga yang satu ini naik, semuanya ikut naik meski setelahnya turun. Tentu banyak yang kontra, sedikit saja yang pro. Banyak akun twitter pun berubah menjadi analisis. Sampai sekarang pun, BBM masih jadi perbincangan di media sosial.

4. Pelantikan Jaksa Agung

Netizen ikut kecewa dengan Jaksa Agung pilihan Jokowi. Hal yang dipermasalahkan adalah Jokowi pernah berjanji tidak akan melantik Jaksa Agung dari partai politik. Akan tetapi yang dia lantik justru dari Nasdem. Manuver Jokowi tersebut mendapatkan banyak pertentangan dari netizen Indonesia. Walau pun sebelum ditunjuk, Prasetyo telah mengundurkan diri dari partai. (Jaksa Agung Dari Partai).

5. Pemillihan Wantimpres

Dewan Pertimbangan Presiden mungkin tidak terlalu ramai dibicarakan. Walaupun tidak ramai seperti BBM, pemilihan ini diwarnai oleh orang-orang KIH. Banyak orang membandingkan pemilihan Wantimpres Jokowi dengan SBY. Ditambah lagi ada media yang menyayangkan salah satu Wantimpres adalah mantan bos Judi. (Wantimpres Jokowi).

6. Polemik KPK & Polri

Isu ini masih hangat sampai sekarang. Polemik KPK dan Polri terus menerus mengalir sampai sekarang. Sedangkan di media sosial hashtag #SaveKPK muncul akibat polemik ini. Banyak tokoh-tokoh yang ikut menggunakan #SaveKPK. Ditambah ditangkapnya Bambang Widjajanto, polemik ini tetap terus terjadi. #SaveKPK akan terus menerus ada dan ini menjadi fenomena media sosial.

Itu semua adalah isu-isu tentang kabinet Jokowi-JK yang ramai di media sosial. Nampaknya media sosial masih menjadi tempat tersendiri bagi rakyat Indonesia untuk mencurahkan pendapatnya. Ketika kebebasan berpendapat di dunia nyata belum dirasa nyaman. Media sosial menyediakan tempat untuk itu semua. Tapi sebaiknya kamu tidak menggunakan media sosial untuk hal-hal yang tidak baik. Tetap menjadi warga Indonesia yang baik yaah di dunia maya.

Harapan kami dan tentunya mewakili kamu semua. Agar pemerintahan Jokowi tidak mengekang dunia maya. Tidak ada peraturan yang merugikan untuk netizen Indonesia. Pemerintah harus mendukung kegiatan bagi netizen. Sedangkan kita harus bertindak sesuai dengan peraturan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dalam pengaksesan internet.

Related Posts