@malakmalakmal: Jangan Terlarut Dalam Twitwar

malak

Bagaimana kalau kita berbicara tentang media sosial dan dakwah Islam. Apakah bisa? Tentu sangat bisa. Hal ini karena media sosial bisa digunakan untuk apa pun termasuk dakwah Islam. Lantas bagaimana cara untuk berdakwah di media sosial? Apakah ada kiat-kiat khusus? Politwika menghadirkan sosok pendakwah dalam rubrik Tamu Kita hari ini. Beliau dikenal dengan nama Akmal Sjafril.

Sosok yang dikenal dengan akun @malakmalakmal ini terkenal keras terhadap Jaringan Islam Liberal (JIL). Twit-twitnya seringkali mengkritisi dan menyinyiri JIL. Lantas bagaimana pandangan Akmal terhadap kehadiran media sosial terhadap dakwah? Lulusan teknik sipil ITB ini mengatakan, “Media sosial hanya sarana. Peluang kebaikan dan keburukan pasti ada, tergantung sejauh apa kita memahaminya dan komitmen kita untuk menggunakannya di jalan dakwah.”

@malakmalakmal pun berbagi tips efektif untuk berdakwah di media sosial. Apa saja? Pertama, kita harus tahu karakter dan keistimewaan masing-masing media sosial. Kedua, kita harus memiliki sikap terbuka. Jangan mudah tersinggung atau marah, apalagi sekarang banyak akun-akun anonim. Ketiga, sebisa mungkin jangan habiskan waktu untuk berdebat, apalagi dengan sesama aktivis dakwah Islam. Kalau pun terpaksa, jangan sampai menyinggung saudara-saudara kita yang berlainan pendapat.

Sebelumnya kami sebutkan bahwa @malakmalakmal terkenal keras terhadap orang-orang JIL di media sosial. Dia pun bercerita mengenai pandangan terhadap sepak terjang orang-orang JIL di media sosial. “Tidak semua orang perlu menanggapi JIL, dan tidak semua postingan JIL perlu ditanggapi. Jika segala hal yang mereka katakan ditanggapi, justru mereka akan mendapat sorotan. Hadapi saja seperlunya, dan yang lebih penting daripada menghadapi mereka adalah memenangkan opini orang lain.” tegas Akmal Sjafril.

Dalam perjalanan @malakmalakmal di media sosial khususnya Twitter, dia tidak tertarik dengan twitwar. Alasannya karena Twitter hanya menyediakan ruang 140 karakter. Keterbatasan tersebut sangat kurang apalagi untuk berdikusi tentang sebuah hal. @malakmalakmal juga menyarankan kita untuk tidak terlarut dalam twitwar apalagi untuk memenangkan ego pribadi.

“Apa yang kita cari dari twitwar? Kemenangan dakwah atau ego pribadi? Mendidik umat atau memberikan tontonan yang seru? Kalau orientasinya adalah ilmu, maka twitwar pasti bukan opsi yang terbaik.”

Di akhir wawancara, @malakmalakmal memberikan kritik dan saran terhadap kita, khususnya yang sering bermain media sosial. Dia mengatakan bahwa rakyat Indonesia adalah pengguna media sosial yang luar biasa. Sayangnya, banyak para pengguna yang kurang bijak dalam menggunakan media sosial. Sehingga dia memberi saran ke kita semua agar menjadi penggguna yang cerdas.

Ya, begitulah sosok @malakmalakmal. Satu dari banyak pendakwah Islam di media sosial. Banyak inspirasi dari dia. So, apakah kalian terinspirasi dan ingin berdakwah di media sosial?