Menghalau Godaan Gadget-an Sambil Mengemudi

Print

Masih sering melihat pengendara motor yang dengan asik ngobrol di ponsel? Atau pengendara mobil yang dengan cekatan memainkan gadget-nya untuk membalas pesan, cek email, atau ngetwit? Sebagian orang merasa hebat dan keren, masih bisa mengemudi sembari tetap seru ber-gadget-ria. Tapi, apa betul itu perilaku yang layak dibanggakan?

Sebentar, mungkin rasa bangga itu akan sirna jika membaca data-data berikit ini. Tahukah kamu, kesibukan mengirim pesan di ponsel sembari berkendara sudah menyebabkan 3000 kematian dan 330.000 kecelakaan berakibat luka-luka setiap tahun? Itulah data yang dirilis Harvard Center for Risk Analysis.

Sibuk dengan gadget saat berkendara kini bahayanya sudah lebih mengerikan dari mabuk sambil mengemudi. Bukan remaja saja yang punya kebiasaan buruk ini, tapi juga usia dewasa. Bahkan orang dewasa merasa urusannya lebih darurat, sehingga merasa sah-sah saja “memainkan” gadget sembari mengemudi. Masih dari studi yang dilakukan Harvard Center for Risk Analysis, sebesar 47% orang dewasa mengaku sering berkirim pesan melalui ponsel ketika mengemudi. Padahal jelas-jelas bahwa ber-gadget saat mengemudi berisiko mengalami kecelakaan 23 kali lipat.

Pesan agar tidak ber-gadget-ria saat mengemudi sudah sering dikumandangkan dimana-mana. Mulai dari iklan di radio, TV, media cetak, sampai media sosial. Tapi pemandangan orang asik ber-gadget-ria sambil mengemudi motor dan mobil masih saja ada di mana-mana. Bahkan pengemudi taksi atau kendaraan umum yang jelas-jelas sedang bertugas dan bertanggungjawab atas keselamatan pelanggannya pun masih banyak yang sibuk menelepon atau berkirim pesan.

Membalas pesan, atau mengangkat panggilan telepon, atau membalas mention di gadget sudah menjadi kebiasaan otomatis mayoritas user gadget. Banyak yang lupa bahwa mereka sedang mengemudi, sehingga spontan meraih gadget-nya, tanpa peduli sesibuk apa mereka.

So, gimana agar kita bisa lebih fokus mengemudi dan tidak terganggu notifikasi di gadget? Nih ada tipsnya.

  1. Setting gadget ke moda diam (silent) setiap hendak mengemudi.
  2. Tinggalkan pesan di gadget, katakan bahwa kamu sedang sibuk atau sedang mengemudi, sehingga tidak bisa membalas pesan atau telepon yang masuk.
  3. Simpan gadget di tas atau tempat yang jauh dari jangkauan, sehingga kamu tidak terganggu untuk memeriksanya sewaktu sedang mengemudi.
  4. Memanfaatkan aplikasi Bluetooth, sehingga bisa tetap mengendara tanpa tangan disibukkan memegang gadget. Namun ini hanya bisa dipakai untuk menjawab panggilan telepon. Tapi cara ini tidak disarankan, sebab mengobrol pun bisa merusak konsentrasi mengemudi, terlebih jenis obrolan serius (bisnis, masalah keluarga, dsb).
  5. Fokuslah pada apa yang ada di depanmu, yaitu setir, lalu lintas, dan tentu saja keselamatan diri dan orang-orang di sekitar.

 

Sumber gambar: www.textingwhiledrivingapp.com

Related Posts