Negara-Negara yang Hobi Intervensi User Facebook

[dropcap style=”hexagon”][icon]icon-facebook[/icon][/dropcap]Facebook merilis laporan permintaan pemerintah pada laman blog-nya, laporan yang dirilis pada 11 November kemarin merupakan bagian dari “upaya yang lebih luas untuk mereformasi pengawasan pemerintah di negara-negara di seluruh dunia dengan menyediakan transparansi”. Namun, jangan salah sangka dahulu. Facebook, tentu saja tidak memberikan data pengguna mereka dengan cuma-cuma. Chris Sonderby, wakil penasihat umum Facebook mengatakan bahwa Facebook selalu meneliti dahulu setiap permintaan yang mereka terima untuk kecukupan hukum, baik otoritas di Amerika, Eropa atau tempat lain. Sonderby juga menambahkan:

 Selama dua tahun terakhir, kami telah secara teratur menerbitkan informasi tentang sifat dan tingkat permintaan yang kami terima. Untuk melindungi informasi masyarakat, kami akan terus menerapkan pendekatan yang ketat untuk setiap permintaan pemerintah yang kami terima. Kami juga akan terus bekerja sama dengan mitra di industri dan masyarakat sipil untuk mendorong pemerintah di seluruh dunia untuk mereformasi pengawasan dengan cara melindungi keselamatan dan keamanan warga negara mereka.

Chris Sonderby

[custom_heading center=”true”]Simak infografis Negara-Negara yang Hobi Intervensi User Facebook:[/custom_heading]
facebook
Hal yang mengejutkan dari laporan di awal semester 2015 ini adalah permintaan pembatasan konten dari India, Facebook mengatakan akses terbatas di India untuk 15.155 konten dilaporkan oleh lembaga penegak hukum, yaitu India Computer Emergency Response Team di lingkungan Departemen Komunikasi dan Informatika. Hal-hal yang dilaporkan adalah masalah isu anti-agama, karena kebencian tersebut dapat merusak harmonisasi di India. Jumlah ini naik drastis dari 5.832 konten diblokir pada semester kedua tahun lalu. Sementara itu, Indonesia sepertinya masih menjadi salah satu negara yang jarang meng-intervensi Facebook. Terbukti, pada awal 2015 ini Indonesia hanya meminta 8 data pengguna, 7 kali mereferensikan akun pengguna, dan tidak pernah membatasi konten. Menurut kamu, apakah Pemerintah Indonesia terbilang cuek atau masih gagag teknologi?

Related Posts