Netizen, Makhluk Apakah Itu?

 

Netizensss

Banyak media massa sering kali menggunakan istilah ‘netizen’ pada headline berita mereka untuk sekedar menarik perhatian orang agar mau membacanya. Misalnya saja “Diprotes Netizen karena Rasis, Apple Minta Maaf”, “Tampil Elegan, Aurel Hermansyah Dihujat Netizen”, “Hadiri Wisuda Julia Perez, Ayu Ting Ting Malah Dibully Netizen” dan lain sebagainya.

Tapi sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan ‘netizen’ itu? Secara etimologi, istilah ‘netizen’ berasal dari kata ‘Net’ atau Intenet dan ‘Citizen’ atau warga. Dengan demikian, netizen dapat diartikan sebagai warga internet atau masyarakat dunia internet. Secara sederhana, netizen adalah penggna intenet yang berpartisipasi aktif dalam media internet.

Istilah ‘netizen’ ini pertama kali dilontarkan oleh Micahel Hauben pada tahun 1992. Istilah tersebut Ia ciptakan untuk mengambarkan pengguna internat yang memiliki rasa tanggungjawab sebagai warga internet.

Setidaknya ada 3 hal yang perlu dipertimbangkan untuk menentukan apakah seseorang bisa disebut sebagai netizen atau tidak, antara lain:

  • Berkomunikasi dengan orang lain melalui media internet. Misalnya, chat, email, Skype dan sebagainya
  • Menyuarakan pendapat di media internet. Misalnya melalui Twitter, Facebook, Tumblr, website pribadi, forum, mailing list dan sebagainya.
  • Mengkolaborasikan applikasi web yang dapat digunakan secara realtime. Misalnya menggunakan Google Docs, Google Spreadsheet, Zoho, Dropbox dan sebagainya.

Artinya, netizen adalah semua orang yang mengakses dan menggunakan internet. Mulai dari mobile internet, komputer yang terkoneksi dengan internet, pengguna blog, pengguna applikasi chatting, maupun ibu-ibu yang mengakses Facebook.

Pada intinya, netizen adalah semua orang yang terkoneksi dengan internet, tidak hanyak mereka yang aktif menggunakan media sosial seperti yang sering dimaksud dalam headline suatu berita. Tak hanya itu sering kali media massa menggunakan istilah ‘netizen’ dalam konteks negatif pada headline berita, misalnya seperti yang telah dipaparkan diawal. Netizen sering dikabarkan menghujat, memprotes, mem-bully dan sebagainya. Tapi apakah betul netizen, khususnya netizen Indonesia sekejam itu? 🙂

 

Related Posts