@NOTASLIMBOY: Sisi Lain Komedian di Balik #LegalMelawan

 

Sosok komedian stand up comedy berukuran “subur” yang populer di telinga saya awalnya mungkin Mo Sidik. Baru setelah beberapa kali melihat cuplikan di televisi swasta saya melihat Sammy (bukan) Simorangkir. Nama panggilannya adalah Sammy, orang Bekasi (sebuah planet di luar bumi dekat matahari) dan akun Twitter-nya @NOTASLIMBOY. Selain tubuhnya yang “subur”, Sammy mungkin terkenal dengan bit-bit yang bernada sindirian, sarkas atau nyinyir. Tapi akhir-akhir ini baik di blog atau Twitter-nya, Sammy sedang mencanangkan sebuah gerakan #LegalMelawan. Apakah itu?

Sebelum kita membahas #LegalMelawan kita bahas hal lain. Karena ini adalah Pojok Selebtwit, apakah Sammy seorang selebtwit atau apa dia mau disebut seperti itu? Sammy melepas itu semua kepada perspektif publik. Jika seorang selebtwit dilihat dari follower yang banyak. Dia tidak menolak jika dianggap seperti itu. Dia juga pernah menulis dan membahas tentang selebtwit di blog dia. Dia mengatakan bahwa tidak semua yang disebut selebtwit hanya mencari popularitas tapi banyak yang melakukan aksi yang nyata. (Selebtwit menurut Sammy)

Tentang #LegalMelawan, Sammy menyesal dengan sebutan itu. Seharusnya #LegalMelawak yang dia gunakan, kenapa? Dia mengatakan bahwa kesan dia seorang pelawak tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Ketika dia melakukan gerakan itu banyak sekali yang “mengernyitkan dahi” kepadanya.#LegalMelawan adalah salah satu bentuk aksi melawan dengan legal, tidak melanggar hukum dan menggunakan media kreatif yang populer di zaman sekarang.

#LegalMelawan pada awalnya hanya sebuah aktivisme mengingatkan kembali pengusaha besar seperti bank agar tidak mengambil lahan pengusaha kecil. Dalam hal ini pengusaha kecil itu adalah penjual pulsa. Kita semua pasti pernah mengisi pulsa melalui ATM bukan? Hal ini yang ingin disadarkan oleh Sammy. Bahwa kalau saja pengusaha besar sudah mengambil lahan ini, ke depannya bagaimana dengan mereka pengusaha kecil? Bisa jadi suatu saat nanti kalian bisa membeli makanan melalui ATM yang di sampingnya ada vending machine yang isinya gado-gado.

Walau gerakan ini baru saja dilakukan dengan pembuatan film dokumenter tapi sudah mendapat tanggapan positif dan negatif. Bentuk lain dari #LegalMelawan yang dilakukan Sammy adalah dengan membuat saluran televisinya sendiri. Dia menggunakan media Youtube yang dinilai sudah membumi di kalangan masyarakat Indonesia. Tujuan dari proyek ini adalah memberikan alternatif tontonan kepada masyarakat yang dimana saluran televisi sekarang hanya mengejar rating. Sementara belakangan ini sering digunakan untuk kepentingan pemilik dari televisi itu.

“Seniman dari dulu tempatnya adalah oposisi.” ucap Sammy pada Rabu 11 Maret 2015 di rumahnya. Itulah salah satu yang menjadi landasan gerakan #LegalMelawan. Terkait dengan oposisi, cuitan Twitter Sammy belakangan seringkali mengkritik pemerintahan. Pada awalnya memang Sammy adalah pendukung Jokowi. Ketika Jokowi menjadi presiden, dia pun mengambil tempat sebagai oposisi. Sesuai katanya, bahwa seniman adalah oposisi abadi pemerintah.

Sebenarnya, seniman melekat di Sammy karena dia sering mengikuti stand up comedy. Di luar itu, Sammy adalah seorang pengusaha sukses di bidang IT. Dia menjalankan usahanya tersebut layaknya sebuah bos. Di balik kerajaan kecil di pelosok Bekasi, gerakan #LegalMelawan dan kreativitas lainnya terwujud. Jika Hans Davidian ingin disebut sebagai Rockstartwit. Sammy hanyalah orang biasa yang memiliki rumah berharga milyaran rupiah, mobil keren 2 buah, pengusaha IT sukses dan segudang prestasi lainnya. Ya, itulah sosok lucu yang membuat kita terbahak-bahak dengan lawakannya.

Related Posts