Ortu Wajib Swasensor Pornografi Online

swasensor

Hampir seminggu para netizen Indonesia meramaikan perbincangan tentang LGBT. Awalnya dari rilis tempat konsultasi oleh SGRC UI ini menimbulkan pro dan kontra. Salah satu perbincangan hangat oleh netizen adalah keberadaan akun @GAYKIDS_BOTPLG. Akun ini menjadi hangat diperbincangkan karena menampilkan foto dan video hubungan sesama jenis anak-anak.

Para orang tua yang takut anaknya teracuni oleh akun tersebut, ramai-ramai menolak keberadaan akun tersebut. Bahkan Komisi Perempuan dan Anak Indonesia (KPAI) pun mengutuk keras keberadaan akun tersebut (KPAI Kutuk Propaganda LGBT Di Akun Twitter @Gaykids_Botplg). Ujungnya, akun @Gaykids_Botplg ini pun di-suspend oleh pihak Twitter.

Lantas bagaimana jika kasus ini terjadi lagi? Tentunya para orang tua harus melakukan swasensor. Tapi bagaimana caranya? Berikut kami jelaskan:

  • Bekali Pendidikan Internet

Ini wajib orang tua lakukan. Terutama sejak usia sedini mungkin. Berikan pendidikan berinternet sesuai umurnya. Bagaimana jika ketika memasuki dunia SD, SMP dan SMA. Berikan juga batasan-batasan berinternet.

  • Lakukan Sensor Internet

Ketika memasang internet di rumah kamu. Cobalah juga pasang sensor terhadap segala aktifitas internet mereka. Selain sensor terhadap situs-situs pornografi, kamu juga harus memilah situs mana saja yang tidak baik dikunjungi

  • Tahu Seluk Beluk Dunia Online

Kamu merasa telah menjadi orang tua pintar? Belum tentu. Bisa jadi anakmu yang masih kecil sudah pintar. Ketahui juga kalau mereka bisa menghilangkan jejak aktivitas online mereka. Untuk lengkapnya, baca artike; kami ini yah Ketahui! Cara Anak Hilangkan Jejak di Medsos

  • Sering Berkomunikasi

Ini hal terpenting. Kamu harus sering berkomunikasi dengan anak kamu. Dari cara dia berkomunikasi bisa membuat kamu tahu perkembangan mereka. Terlebih, kamu bisa tahu dia berbohong atau ada sesuatu yang disembunyikan.

Jadi, jika kita khawatir terhadap anak-anak tersentuh hal-hal seperti itu di media sosial. Kita seharusnya bukan melakukan aksi mengutuk atau mengandalkan pihak pemerintah/Twitter. Tetapi kita haru mengawasi dengan bijaksana pemakaian media sosial bagi anak-anak kita. Karena orang tua wajib peduli terhadap aktivitas online anak-anaknya.

Related Posts