@Panca66: “Orang di Real Life dan Medsos Cenderung Beda”

“Pilpresnya sehari, musuhannya lima tahun,” begitu idiom yang sering kita dengar tentang masih panasnya suasana antara kubu yang pro dan kontra Jokowi. Setidaknya itulah yang terasa di linimassa media sosial seperti Twitter dan Facebook. Walau Pilpres sudah lama berlalu, tetap saja dua kubu ini sering terlibat twitwar dan adu debat heboh. Hal itu dibenarkan oleh Cipta Panca Laksana, pemilik akun @Panca66. “Sebagian ada benarnya. Tapi kalau pengalaman saya itu lebih terlihat di media sosial. Kalau di real life ngga terlalu terbelah seperti itu juga. Saya sendiri juga banyak berteman di real life dengan pendukung Jokowi. Ngga ada masalah. Teman-teman lain yang saya lihat di Facebook juga berbeda dukungan, dalam real life sebetulnya juga cair satu sama lain. Biasanya orang di real life dan socmed cenderung berbeda,” ujarnya.

Nama akun @Panca66 sendiri sempat menghebohkan media sosial pada Februari 2015 lalu. Bersama dengan @Redinparis, Panca terlibat adu jotos yang sampai didokumentasikan di YouTube. Aksi yang merupakan lanjutan dari twitwar itu juga diberitakan media massa. Tenang, kali ini kita tidak akan membahas adu jotosnya, sebab sudah basi. Kini kita justru akan menyingkap siapa sosok di balik akun @Panca66 yang berfollower di atas 20 ribu ini. Suami pengusaha resto Bebek Boenda ini kini sedang kembali menggeluti dunia broadcast. “Saya sedang menyiapkan satu channel baru di sebuah TV berbayar dengan konten didominasi musik video, mirip MTV. Dulu kan saya pernah di MTV dan Global TV,” ujarnya.

@Panca66 mengakui, dia memang terkesan kontra Jokowi. Tapi sebetulnya lebih ke menentang penggiringan opini oleh media-media yang menurutnya partisan. “Dulu saya sempat mempopulerkan hestek #AntiMediaSampah. Atau saya suka komen di akun-akun buzzer Jokowi, terutama kalau saya lihat sudah berlebihan menggiring opini. Kalau dengan Jokowi sendiri secara personal saya ngga punya masalah,” kata alumni IISIP Jakarta ini.

@Panca66 sering mengkritik Jokowi lebih ke persoalan gayanya yang menurutnya terlalu di-setting atau terkesan drama atau komen di link media-media online yang beritanya dinilai Panca berlebihan. “Saya ngga setuju dengan yang mencaci maki atau mem-bully berlebihan. Saya hampir ngga pernah terpancing ikutan teman-teman anti jokowi perang hestek. Tapi kalau yang suka mem-bully berlebihan atau mencaci maki rasanya ada di kedua kubu.Tapi saya punya style sendiri kalau di twitter, hahaha,” ujarnya.

Menurut @Panca66, dia sendiri sejak dulu selalu berusaha untuk tidak berkomentar soal istri atau anak-anak jokowi. “Makanya saya ngga follow akun anak-anaknya. Akun jokowi juga saya unfollow ketika dia ngga jujur waktu ganti nama akunnya. Jadi saya terhindar juga dari upaya bereaksi terhadap twit-twit dia.”

Bagaimana kalau ingat kejadian di Senayan dengan @RedInParis dulu? @Panca66 mengaku lucu. Dia mengaku sebenarnya tergolong yang jarang twitwar. Kalaupun twitwar tidak pernah bertahan lama. Tapi kalau sekaang ada yang twitwar lalu menantang kelahi lagi, @Panca66 mengaku ngga akan mau, sudah tua katanya, hahaha. Namun layak diakui pengalaman kelahi di Senayan tahun lalu itu termasuk yang pengalaman berkesan dari aktif di media sosial. Gegara kasus itu follower-nya jadi membanjir. “Terakhir sih berkesan juga ketika GM dan buzzer Ahok menggiring opini sabotase banjir saya komen dan komen saya ternyata bisa membuat arah opini berbalik. Kebetulan ada @UniLubis juga yang komennya senada dengan saya yang membuat penggiringan opini jadi berantakan, hahaha,”

@Panca66 sempat dua kali membesuk @Ypaonganan yang sampai sekarang masih di tahanan. “Harapan bebas pasti ada. Karena kita tahu tuduhan dan alat bukti kasusnya lemah. Kita lihat saja sampai sejauh mana Prof. Yusril bisa membebaskan Ongen kalau kasusnya sudah maju ke pengadilan.” @Panca66 berkomentar soal kasus temannya itu. Menurutnya, sangat banyak yang bersimpati dengan penahanan Ongen. “Dan ajaibnya itu sebagian orang-orang yang sebelumnya mungkin tidak kenal Ongen. Terus dikawal. Kalau secara hukum kan sudah ada Prof. Yusril sebagai pengacaranya. Info terakhir setelah dua kali dikembalikan oleh kejaksaan, kasusnya akan segera disidangkan. Kita tunggu saja persidangan, ini akan menjadi kasus menarik,” ujar @Panca66.

Ada pesan menarik dari @Panca66 buat kita di Twitter nih. “Saran saya kalau twitwar usahakan untuk tidak menggunakan kata-kata kasar yang bisa berimpilkasi hukum. Juga jangan mem-bully berlebihan.” Lalu bagaimana menghadapi orang yang suka mem-bully? Ada dua resep jitu dari @Panca66, pertama cuekin saja terutama dari akun-akun ngga jelas. Kalau mau dilayanin, layanin secukupnya dan becandain aja. Habis itu tinggalin aja. “Dulu suka panas juga kalau ada yang nyamber, sekarang sudah tahu triknya, becandain aja, mereka biasanya bete sendiri. Sekarang follower tambah banyak, kalau saya twitwar biasanya banyak yang belain. Makanya jadi santai sekarang, hehehe.”

Related Posts