@Pepih: “Citizen Journalisme Lengkapi Media Mainstream”

@pepih

Citizen journalisme. Dua kata yang beberapa tahun terakhir mulai familiar di telinga masyarakat Indonesia. Secara harfiah citizen journalisme adalah jurnalisme warga. Artinya, kegiatan partisipasi aktif masyarakat dalam mengumpulkan, melaporkan, menganalisis dan menyampaikan suatu informasi dan berita. Salah satu citizen journalisme yang ada di Indonesia adalah Kompasiana.

Adalah Pepih Nugraha, salah satu sosok dibalik kesuksesan Kompasiana. Suksesnya Kompasiana berawal dari ide sederhana yang terpikirkan oleh Kang Pepih, sapaan akrab Pepih Nugraha.
Kang Pepih mengawali karirnya sebagai wartawan sejak tahun 1987 saat dirinya masih menjadi mahasiswa di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran. Tak lama kemudian Kang Pepih bergabung dengan sebuah media mingguan yang terbit di Jogja. Sejak saat itu, Kang Pepih berjuang keras menggapai cita-citanya menjadi wartawan di sebuah harian terbesar di Indonesia hingga akhirnya tahun 1994 Pepih berhasil menjadi wartawan Kompas.
Di tahun 1998, Kang Pepih ditempatkan di www.kompas.com, saat itu Kang Pepih mulai berpikir untuk membuat sebuah blog bersama. Inilah cilak bakal terbentuknya Kompasiana. Kemudian di tahun 2004 Kang Pepih mulai menulis di blog, Ia mengaku mendapat kenikmatan menulis di blog. Kang Pepih pun akhirnya memiliki keinginan agar seluruh wartawan harian Kompas yang saat itu kurang lebih berjumlah 250 wartawan plus ribuan wartawan di lingkungan Kompas Gramedia sama-sama menulis dalam satu blog yang kemudian diberi nama Kompasiana. Nama Kompasiana sendiri diambil dari nama sebuah rubrik yang ditulis oleh pendiri Harian Kompas, PK Ojong.
Kemunculan Kompasiana di tahun 2008 mendapat sambutan baik dari rekan Kang Pepih sesama jurnalis Kompas. Sayangnya, karena kesibukan masing-masing mereka pun tidak lagi rutin menulis di Kompasiana. Meski begitu, Kang Pepih merasa patut berterimakasih pada rekan-rekannya tersebut. “Bagaimana pun sebagai pendiri Kompasiana saya harus berterima kasih kepada para wartawan harian Kompas yang mula-mula menulis di Kompasiana ini, sebab dengan demikian tulisan mereka memancing perhatian pembaca. Sehingga dalam waktu yang tidak begitu lama Kompasiana menjadi sebuah platform blog yang sangat terkenal dan diminati”, ungkap Kang Pepih.
Selayaknya sebuah social media, konten yang ada di Kompasiana adalah konten yang ditulis sendiri oleh para penggunanya, atau disebut juga sebagai user generated content. Oleh karena itu, penting untuk Kompasiana menjaga kualitas konten yang ada di Kompasiana. Kang Pepih tidak menampik bahwa faktanya banyak hal yang tidak ada di media utama tapi justru ada di Kompasiana bahkan dibesarkan di sana. Untuk itu Kang Pepih bersama 14 admin dan kurator Kompasiana lainnya setiap hari harus memilih artikel mana yang pantas menjadi headline atau bahkan perlu dihapus. Semua itu dilakukan demi menjadi kualitas konten Kompasiana itu sendiri.
Kepopuleran Kompasiana terbukti mampu menjaring lebih dari 305ribu penulis dengan artikel perhari yang diungga di Kompasiana mencapai 600 hingga 800 artikel. Menurut Kang Pepih ini berarti minat menulis masyarakat Indonesia sangat besar. Kang Pepih menilai masyarakat Indonesia menjadikan Kompasiana sebagai wadah untuk menyuarakan ide ataupun pendapat mereka kepada masyarakat luas.
Bahkan kepopuleran Kompasiana sebagai media sosial citizen journalisme mengundang munculnya berbagai situs citizen journalisme sejenis. Namun menurut Kang Pepih hal tersebut justru menuntut dirinya bersama Kompasiana melakukan berbagai macam inovasi guna meningkatkan kenyamanan dan kemudahan para pengguna maupun pembaca Kompasiana.
“Kehadiran media sosial atau blog sosial seperti Kompasiana yang tidak selayaknya dihadap-hadapkan kepada mainstream media di mana satu mengalahkan yang lainnya akan tetapi yang harus dilakukan adalah bagaimana kehadiran journalism tersebut melengkapi keberadaan media mainstream yang dikenal oleh masyarakat selama ini.” – Pepih Nugraha
Kang Pepih mengaku mengurus Kompasiana memiliki tantangan tersendiri, begitu pula dengan suka dukanya. Kini setelah Kompasiana eksis dan dikenal masyarakat luas bahkan sudah mampu menghasilkan secara finansial, Kang Pepih mulai terpikir untuk mencari tantangan baru lainnya yang tentunya masih berhubungan dengan tulis menulis.
Hmm, kira-kira apa yah ide brilian Kang Pepih selanjutnya?

Related Posts