@pidibaiq : Jangan Lupa Password & Minum Air Putih

pidibaiq

Kali ini pojok selebtwit Politwika akan dihiasi oleh seorang yang mengaku imigran dari surga yang diselundupkan ayahnya di kamar pengantin dalam keadaan yang tegang lalu menjadi imam besar The Panasdalam merangkap jadi orang RRC (Republik Rakyat Ciwastra) dan akrab sekali dipanggil ayah di linimasa Twitter. Yap, siapa lagi kalau bukan @pidibaiq sosok kreatif dibalik tokoh fiksi bernama Dilan yang nge-hits banget di Twitter dengan follower mencapai 226K. Julukan ayah ia akui dimulai sejak ia membawa anaknya ke tempatnya berkumpul dengan kawan-kawan. “Waktu itu anak sayanya masih kecil. Dia manggil saya ayah, kawan-kawan jadi pada ikutan manggil ayah.”

Bukan hanya menulis, ayah @pidibaiq juga punya banyak kelebihan, di antaranya adalah bermusik, menciptakan lagu, illustrator, komikus serta pengajar. Wajar saja jika banyak yang menyukai sosok unik ini. Ia mengaku mendapatkan semua bakat itu dari Allah dan lingkungan yang membentuknya.

“Tapi menurut saya, saya bisa nulis karena tulisan saya biasa-biasa saja. Saya bikin ilustrasi karena ilustrasi saya biasa-biasa saja. Saya bikin lagi karena lagu-lagu saya biasa-biasa saja. Jangan-jangan kalau harus menghasilkan yang hebat mah saya gak bisa. Tapi saya harus bersyukur, segitu juga sudah cukup, daripada tidak sama sekali,” candanya saat diwawancarai oleh tim Politwika melalui surel.

Saat ini @pidibaiq telah berhasil melahirkan dua belas buku termasuk komik, 300 lebih lagu sejak 1995 dan gambar yang tak terhitung jumlahnya karena sudah ia lakukan sejak SD. Ia juga aktif di berbagai media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, Path dan blog. Pada awalnya, semua media sosial yang ia miliki itu adalah bikinan kawan-kawannya. “Twitter dibikinin sama si Mitchy, padahal saat itu saya gak minta, saya juga gak tahu apa itu Twitter. Tau-tau si Mitchy ngasih akun twitter dengan nama akun @pidibaiq lengkap bersama password-nya, saya tetap pake, untuk menghargai apa yang sudah diberikan si Mitchy,” ujarnya.

Ayah ini kalau diperhatikan seringkali membalas mention dari banyak orang bahkan tak jarang yang akhirnya di follow balik olehnya. Ia melakukan itu karena mudah sekali tinggal tekan tombol follow.

“Saya kira mem-follback itu gampang, yang susah adalah yang mau follow saya duluan, siapalah saya ini. Hanya orang rendah hati yang mau follow saya duluan.”

Menurut Ayah, hidup ini sudah unik dengan atau tanpa Twitter. Namun dampak positif yang ia rasakan dari Twitter ia dapat bersilaturahim dengan kawan-kawan di Twitter. Jadi punya banyak saudara yang cantik-cantik dan tampan-tampan juga. Negatifnya hanya saat ada mention dari follower-nya yang tidak sempat terbalas, “Saya suka jadi gak enak, karena akan membuat merasa diabaikan, padahal sama sekali gak niat begitu.” Untuk optimasi karya Ayah mengaku bukan hanya Twitter, tapi semua yang ada di bumi.

“Kawan-kawan di dunia maya, kawan-kawan di dunia nyata, kawan-kawan saya yang masih ada di bumi, kawan-kawan saya yang sudah senang di akhirat, kawan-kawan saya yang ada di masa lalu, kawan-kawan saya yang kelak ada di masa depan, semuanya selalu member saya semangat untuk berkarya secara optimal.” Celotehnya lagi kepada tim Politwika.

Ia juga bercerita soal pengalamannya kopdar secara tidak sengaja dengan follower-nya di Twitter tanpa janjian. Bisa saat ia sedang manggung bersama the Panasdalam Band atau pas ia menjadi pembicara, atau juga saat mereka ngopi di the Panasdalam café dan ketemu di acara-acara lainnya yang memang tidak pernah disengaja. Selama berkecimpung di dunia medsos, Ayah memang mengaku belum pernah merasakan diserang secara virtual. Tapi kalaupun ada, baginya itu merupakan hal yang lumrah, “Kan tidak semua orang di dunia ini akan senang dengan karya kita walaupun kita berharap semuanya akan senang. Di bumi amat banyak kemungkinan, hanya cocok untuk mereka yang siap.”

Ada pesan nih dari Ayah untuk kalian semua. “Jangan lupa password, oh, minum air putih banyak-banyak.”

Lucu kan? Hehe. Ayah saja masih semangat berkarya, masa kamu nggak sih?

Related Posts