Plus Minus Instagram yang Wajib Orang Tua Tahu

Di era digital ini, siapa yang tidak tau Instagram? Instagram adalah satu dari sekian banyak media sosial yang populer dan mengalami perkembagan yang sangat pesat, terutama di kalangan remaja dan orang dewasa. 500 juta pengguna aktif pada bulan Juli 2016 telah mengantarkan Instagram pada posisi ke-7 dari 10 media sosial yang paling populer.

Lebih dari 30% remaja menganggap Instagram adalah media sosial yang sangat penting untuk kehidupan mereka. Instagram adalah “diary digital” bagi para remaja. Disanalah mereka membagian foto-foto yang menarik perhatian, entah itu selfie, foto saat beraktivitas, foto saat pesta, bahkan juga foto makanan yang hendak mereka konsumsi. Banyak hal positif yang bisa didapatkan di Instagram. Banyak akun-akun menarik dan bermutu seperti akun DIY (Do it Yourself), fotografi, videografi, tutorial make up, dan lainnya yang mendorong para remaja untuk lebih kreatif.

Banyak orang tua yang berasumsi Instagram adalah media sosial yang tidak berbahaya. Mereka merasa tidak perlu khawatir dengan aktivitas anaknya di media sosial tersebut. Namun nyatanya, banyak bahaya yang mengancam dibalik media sosial ini, khususnya bagi para remaja. Bahaya terbesar yang mengancam di Instagram adalah cyber bullying. Rebecca Sedwick, seorang remaja asal Florida, US berusia 12 tahun yang memutuskan untuk bunuh diri pada tahun 2012 karena telah menjadi korban cyber bullying di Instagram oleh teman-teman sekelasnya.

Official.Kerry-Instagram-user-telling-Selena-Gomez-to-kill-herself-July-2014

9% remaja pengguna Instagram telah melaporkan bahwa mereka telah menjadi korban bullying. Bentuk-bentuk bullying di Instagram antara lain:

  • Comment Bullying: mengomentari foto di akun si korban dengan kata-kata yang negatif dan menyakitkan
  • Hashtag Bullying: mengomentari foto dengan hashtag yang memalukan
  • Fake Account: membuat akun palsu yang berisi foto-foto pribadi milik korban dengan caption yang mengintimidasi dan hashtag yang memalukan
  • Sharing Private Image: mengunggah screenshoot percakapan pribadi dengan si korban

Selain cyber bullying, banyak hal berbahaya lainnya yang mengincar para remaja. Seperti yang telah diketahui, foto-foto yang di unggah ke Instagram otomatis akan terpublikasi dan dapat dilihat oleh semua orang, kecuali akun tersebut sudah di private. Sebagian besar remaja telah memberikan banyak informasi di akun Instagram mereka secara tidak sadar. Informasi itu bisa melalui caption, foto-foto yang menampilkan informasi pribadi, dan menggunakan fasilitas geo-tagging. Oleh karena itu, orang tua hendaknya tidak lagi menyepelekan aktivitas online anak-anak mereka di Instagram, karena sana banyak sekali orang jahat yang menggunakan Instagram sebagai senjata untuk melancarkan aksi mereka.

Related Posts