@qaqqah: Ngetwit Pake Hape Sendiri, Ngapain Mikirin Orang?

 

Berbicara akun anonim atau pseudonym di Twitter tidak akan ada habisnya. Dari akun yang membahas percintaan hingga politik yang tidak karuan. Uniknya, akun-akun ini menimbulkan daya tarik tersendiri apalagi jika akun tersebut “asyik”. Salah satu akun yang perlu kamu ketahui adalah @qaqqah. Salah satu akun anonim yang terkenal dan dapat dikatakan berpengaruh.

Asal nama @qaqqah menurut orang di balik akun tersebut adalah karena kecintaan pada pemain bola bernama Kaka. Nama @qaqqah adalah pelesetan dari nama Kaka tersebut. “Dulu pake nama lain sih. Tapi sejujurnya ada banyak alasan pake nama qaqqah. Saya sangat mengidolakan pemain bola brazil bernama Kaka. Saya plesetkan jadi qaqqah,” ujarnya di email.

Seperti diketahui oleh khalayak umum bahwa @qaqqah adalah seorang PNS. Entah siapa yang menyebarkannya pertama kali tapi cap PNS dan tukang kritik sudah melekat kepadanya. @Qaqqah pun bercerita bahwa dia sering dinyinyiri oleh akun lain karena PNS tetapi dia tidak mengambil pusing terhadap komentar-komentar tersebut.

“Sering dinyinyirin sama akun-akun lain tentunya, tapi ya bodo amat, ngetwit pke HP sendiri, pake pulsa sendiri, ngapain mikirin orang,” tegasnya.

Di timeline Twitter, kritik dan komentar pedas @qaqqah sudah terkenal. Hal tersebut pun yang membuat dirinya dicintai oleh orang-orang. Bahkan hingga hilangnya dia di jagat Twitter pun sangat disayangkan. Banyak orang-orang mencari @qaqqah karena linimasa hambar tanpa kehadiran beliau.

Kehadiran @qaqqah di jagat Twitter pun tidak terlepas dari Twitwar. Dari soal MU vs Liverpool, Jokowi vs anti Jokowi, dan Ahok vs anti Ahok pun diladeni dia. Walaupun pada ujung-ujungnya @qaqqah akan selalu di-bully dengan kalimat “dasar PNS nyinyir!” Perdebatan di Twitter pun sampai membuat salah satu wartawan top di Indonesia ingin “melabrak” @qaqqah di kantornya.

“Pernah diancam mau didatengin ke kantor sama salah 1 wartawan top. Sampe heboh juga Twitter waktu itu. Tapi gak ada tuh didatengin, sekarang beliau sudah almarhum dan saya menyesal gak sempat minta maaf atas perdebatan2 di twitter. Innalilahi bg @avtum,” balas @qaqqah.

Terakhir @qaqqah berpesan kepada netizen di Indonesia agar jangan menganggap serius media sosial. Jika kita menganggap terlalu serius nanti akan stress dan menjadi penyakit kronis. “Medsos jangan terlalu dianggap serius, terlalu serius akan menyebabkan stress yang kronis,” tegas @qaqqah.

Related Posts