Revisi UU ITE, Baik atau Buruk?

Hari Senin kemarin, linimasa diwarnai dengan perbincangan mengenai revisi UU ITE. Setelah melewati waktu yang tidak sedikit, UU ITE berhasil direvisi dan dilaksanakan. Ada beberapa hal yang perlu diketahui dari revisi ini baik dari adanya “hak untuk dilupakan” atau pengurangan masa hukuman. Selain kedua hal tersebut kita harus mengetahui efek revisi UU ITE tersebut terhadap kehiduan sehari-hari kita di internet.

Apa saja yang harus kita perhatikan? Berikut kami coba untuk menjabarkannya.

  1. Kita Masih Bisa Dipenjara Karena Sebuah Status

Kamu tetap harus berhati-hati dalam membuat status atau menge-twit. Belum ada jaminan kebebasan kita tidak akan dipenjara karena sebuah status. Bahkan sebuah postingan no mention sekalipun bisa menjadi alasan kamu dipenjara. Senang atau sedihkah kita?

  1. Website Kamu Bisa Langsung Diblokir

Kamu mungkin memiliki website yang tidak bertujuan menyebarkan berita negatif atau HOAX. Bisa saja jika ada konten yang merugikan menurut penilaian pemerintah dan laporan masyarakat. Website kamu akan diblokir tanpa harus melalui Dewan Pers. Berhati-hatilah kawan.

  1. Kamu Tidak Bisa Langsung Ditahan Polisi

Menurut pengakuan Menkominfo, jika ada orang yang melaporkan postingan kamu dengan tuduhan mencemarkan nama baik. Kamu tidak akan langsung ditahan sampai terbukti bersalah di pengadilan. Apakah menurut kamu sudah baik?(Baca: Kemkominfo Sebut UU ITE Hasil Revisi Lebih Berkeadilan)

  1. Berita HOAX dan Fitnah Mungkin Berkurang

Salah satu tujuan pemerintah merevisi UU ITE adalah menciptakan kondisi kondusif di media sosial. Pemerintah ingin tidak ada lagi orang tertipu karena berita HOAX atau fitnah. Karena satu berita HOAX bisa menimbulkan keresahan yang besar di masyarakat.

Empat hal di atas harus kamu perhatikan dari hasil revisi UU ITE ini. Lalu pertanyaannya adalah apakah hasil revisi UU ITE ini baik atau buruk? Apapun pandangan kamu, kita harus tetap mengawasi berjalannya revisi UU ITE ini.

Related Posts