@ridlwanjogja: Medsos Membantu Propaganda Positif

@ridlwanjogja_politwika

Bukan Politwika kalau tidak menghadirkan #TamuKita yang unik. Dari putri Kraton hingga aktivis pengumpul pengamen jalanan kita hadirkan di #TamuKita. Tentunya hari ini Politwika kembali menghadirkan orang unik lainnya. Dia seringkali ditanya tentang dunia intelijen di Twitter. Kira-kira siapa dia?

#TamuKita kali ini adalah @ridlwanjogja. Pria yang memiliki banyak “haters” dan lulusan Kajian Stratejik Intelijen UI ini sangat eksis di Twitter. Sebagai satu-satunya media sosial yang beliau punya, Twitter dihadikan tempat berbagi banyak hal. Informasi dan analisis intelijen pun seringkali mas Ridlwan cuitkan di akunnya.

Apa pendapat mas Ridlwan terhadap kehadiran media sosial? “Media sosial di Indonesia ibarat pisau. Bisa digunakan untuk mengiris mangga (baik) atau membunuh orang (buruk). Jadi, tergantung pribadi penggunanya.” Pandangan tersebut yang membawa mas Ridlwan berbagi banyak di cuitannya. Bahkan ada sebuah chirpstory yang telah diklik lebih dari 60 ribu kali. Kalian bisa melihatnya di Chirpstory @RidwanJogja.

Berbagai tanggapan dari netizen sudah dirasakan oleh mas Ridlwan. Pujian hingga hinaan adalah konsumsi pribadi, apalagi jika membahas presiden Jokowi. Mas Ridlwan pun tidak ambil pusing terhadap tanggapan negatif. Jika dirinya salah, dia akan mengakuinya.

“Saya beberapa kali merespon saja. Jika memang ada fakta lain yang saya tidak tahu atau belum tahu dan saya salah, saya pasti legawa mengakuinya. Tapi seringkali memang ada beberapa rekan yang ngotot, faktanya salah, sudah saya beri fakta yang benar, tetap saja ngeyel.”

Salah satu isu yang paling diperbincangkan netizen tentang mas Ridlwan adalah ketika dia berhasil membongkar akun penipuan. Mas Ridlwan bersama teman-temannya menemukan orang dibalik akun penipuan tersebut. Dia adalah Resqi seorang fans SNSD yang membuat akun penipuan berkedok sedekah untuk membeli tiket SNSD. Pembongkaran akun tersebut menjadi sebuah viral dan berita seperti di Pelaku Penipuan Berkedeok Sedekah.

Kurang lengkap jika kita tidak menanyakan manfaat media sosial terhadap dunia intelijen. Menurut mas Ridlwan, media sosial sangat membantu dunia intelijen. Apalagi sekarang ada Social Media Intelligence (SOCMINT) yaitu pengumpulan data intel menggunakan sosial media seperti mengetahui habit orang dari akun twiternya.

“Saya kira yang paling membantu selain SOCMINT , medsos juga bisa membantu propaganda positif ya. Dunia intelijen itu perang fikiran. Adu opini. Memenanggkan fikiran dan hati lawan dengan propaganda putih atau white propaganda itu merupakan tujuan utama intel. Sosial media bisa digunakan.”

Terakhir, mas Ridlwan memberikan saran terhadap para netizen. Beliau mengingatkan kita agar waspada terhadap akun yang menjanjikan kekayaan atau sejenisnya. Bisa-bisa bukan kekayaan yang kamu dapat tetapi malah kerugian.

“Waspada juga dengan penipuan penipuan di sosmed. Jangan mudah percaya akun akun yang menawarkan seuatu apalagi kemudahan. Pastikan anda mengenalnya dulu secara personal, at least pernah bertemu langsung, sebelum bertransaksi atau hal hal yang berbau uang. Jangan lupa, ava bisa menipu”

Related Posts