SIMPONI, 6 “Pria Penakut” yang Serukan #SisterInDanger

simponii

My old sister is in danger

My young sister is in danger

My auntie is in danger

My mother is in danger

Don’t teach how to dress, teach your brain about humanity

Penggalan awal lirik Sister in Danger dari Sindikan Musik Penghuni Bumi (SIMPONI) itu cukup bikin bulu kuduk berdiri. Tidak banyak band yang mengusung tema kampanye ant kekerasan terhadap perempuan. SIMPONI digawangi oleh M. Berkah Gamulya (Player-manager,), Rendy Ahmad (vokalis, gitaris,), Rama Prayuda Aruman (basis), T. Zulqaini Khaiqal (drummer), Bayu Agni (gitaris utama), dan Sakti Sanjaya (vokalis, gitaris).

Di Twitter, melalui akun @SIMPONII, enam pria ini kerap memakai tagar #SisterInDanger untuk mengampanyekan anti kekerasan terhadap perempuan. Di YouTube pun mereka menggaungkan seruan serupa. Bisa dikatakan SIMPONI merupakan band yang memang sangat memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan karya-karya dan aktivitasnya.

“Apapun kegiatan dan pendapat kami, disampaikan di media sosial. Selain lewat lagu, video klip dan media sosial, kami juga lakukan diskusi musikal #SisterInDanger, yaitu menggabungkan diskusi interaktif dengan pentas musik, ke sekolah-sekolah dan universitas-universitas,” ungkap Berkah Gamulya, melalui email kepada PoliTwika.

Selama 5 tahun ini, SIMPONI sudah tur diskusi musikal ke 209 sekolah/universitas di 63 kota Indonesia, menjangkau 26.544 pelajar dan mahasiswa. Tidak semuanya #SisterInDanger Tour, tapi juga ada Bung Hatta Tour (anti-korupsi) dan Rock N’ Green Tour (lingkungan hidup).

Apa yang bikin Mulya dan kawan-kawan terdorong untuk mengkampanyekan #SisterInDanger, sementara mereka semua adalah pria?

“Kami ini enam cowok penakut. Kami takut keluarga perempuan kami jadi korban selanjutnya. Karena menurut angka rata-rata dari Komnas Perempuan, 35 perempuan Indonesia menjadi korban kekerasan setiap hari. Kalau korbannya sebanyak ini, siapa yang menjamin keluarga kami tidak jadi korban selanjutnya. Dan tentu juga kami tidak mau keluarga orang lain juga jadi korban,” ujar Mulya.

Pelaku kekerasan terhadap perempuan mayoritas adalah laki-laki. Karena personel SIMPONI semuanya laki-laki, maka mereka mengambil peran untuk mengajak laki-laki lain mengubah perilakunya menjadi lebih baik, tidak melakukan kekerasan terhadap perempuan dalam kehidupan setiap hari. SIMPONI menyerukan kepada laki-laki untuk tidak melakukan pelecehan dan merendahkan martabat perempuan, mulai dari ucapan sampai perbuatan.

“Kami juga memberi info kepada perempuan tentang hak-haknya, tentang bagaiman harus bersikap, melawan, melapor perlakukan kekerasan yang dialami,” lanjut Mulya.

Walau masih tergolong band indie, yang didirikan sejak 2010 ini sudah mencetak beberapa prestasi internasional. Mereka menggondol juara 1 kompetisi Internasional Sounds of Freedom 2014 di London lewat lagu “Sister in Danger, juara 2 International Anti-Corruption Music Competition (Fair Play 2012) di Belgia/Brasil lewat lagu “Vonis/Verdict”. SIMPONI bahkan menjadi salah satu juri dan Ambassador Fair Play 2014 di Tunisia.

Media sosial menjadi kendaraan utama SIMPONI untuk berinteraksi dengan publik melalui karya-karyanya. Mereka bisa dijumpai di Twitter, Youtube, Facebook, Soundcloud, dan Blogspot.

“Media sosial sangat berperan besar untuk promosi karya-karya dan kegiatan-kegiatan kami selama ini. Kami seperti punya TV sendiri, radio dan majalah sendiri. Juga bisa berinteraksi dengan fans dan kawan-kawan di manapun berada,” Mulya menjelaskan. Semua akun media sosial dikelola sendiri oleh personel SIMPONI secara bergantian. Bahkan di sela kesibukan persiapan tur keliling Indonesia, SIMPONI masih sempat membalas email PoliTwika dan menjawab semua pertanyaan dengan detil.

Ya, band yang masih tergolong indie ini sedang bersiap untuk perjalanan #SisterInDanger Tour ke 7 kota di NTT dan Ambon (17 September-2 Oktober 2015) dan Bung Hatta Tour ke 12 kota di Sumatera (9 November-9 Desember 2015). Wow, terbayang betapa sibuk dan padatnya jadwal mereka. Di sela-sela tur itu pun meeka masih ada jadwal manggung.

“Tahun depan ada rencana tur Eropa, semoga ngga ada halangan,” ujar Mulya.

Sukses terus buat SIMPONI, terutama dengan seruan #SisterInDanger-nya. Semoga SIMPONI ngga pernah berhenti menggaungkan anti kekerasan terhadap perempuan, dan ngga pernah berhenti jadi “cowok penakut”.

Penasaran seperti apa lagu-lagu mereka? Tak perlu ke toko CD, sebab lagu-lagu SIMPONI bisa didengarkan gratis di Soundcloud: http://t.co/BPGhH9H2wc. Video-video klip bisa diakses di kanal YouTube: https://t.co/nGvTc46XRg.

Ingin tahu lebih banyak tentang mereka? Bisa klik blog http://simponi10.blogspot.com.

Related Posts