@SoundOfYogi : Jangan Seperti Katak dalam Tempurung

demit-karikaturNama yang kali ini akan Politwika bahas mungkin sudah gak asing lagi buat kalian. Demit, begitulah ia akrab disapa. Pria bernama Yogi Natakusuma atau lebih dikenal dengan akun Twitter @SoundOfYogi ini memiliki berbagai pengalaman unik terkait media sosial. Salah satunya adalah dengan dikenalnya ia sebagai “Demit” yang seringkali dituduh sebagai dalang dari berbagai kebakaran di Ibukota tentunya dalam konteks bercanda, dan juga terbentuknya komunitas Musician United yang sebelumnya pernah tim PoliTwika bahas sebagai komunitas yang muncul dari media sosial. (Baca: http://politwika.com/komunitas-komunitas-yang-semarak-di-linimassa-twitter-2/ ). Dalam wawancara yang Politwika lakukan melalui surat elektronik, Demit berbagi pengalaman unik di seputar media sosial. Sebetulnya, terbentuknya Musician United itu lebih dipengaruhi oleh subscribe-nya di Playing4Change juga diawali dengan obrolan dengan @einedame untuk membentuk sebuah “tantangan” di media sosial.

Demit merupakan seorang Sound Engineer yang cukup aktif di media sosial khusunya Twitter & YouTube. Ia senang menjadi aktif dalam media sosial karena banyak manfaat baik yang ia rasakan, di antaranya ia mengaku bisa banyak belajar dari orang-orang yang jauh lebih berpengalaman. “Di Twitter misalnya, gue follow orang-orang yang memiliki pengetahuan kayak @VeritasArdentur dan @IndraQ yang jago di bidangnya masing-masing, sedangkan di YouTube gue follow banyak banget orang-orang yang ngasih ilmu cuma-cuma kayak VSauce, MinutePhysics, CGPgrey, SciShow, dll,” intinya, Demit ini doyan belajar, dan media sosial bener-bener membantu ia untuk belajar. Kalau dampak negatifnya yang jelas Demit belum merasakan kerugian apapun dengan berkecimpung di media sosial. Selain itu, di Twitter Demit juga menemukan banyak kawan dengan hobi yang sama seperti @dymsokei dan @ariemacca.

Karena kesehariannya sebagai Sound Engineer ia menjadi terbiasa mendengarkan detail listening yang akhirnya mendorongnya untuk menganalisa video Skype antara Iwan Piliang dan Nazaruddin yang mengaku sedang berada di luar negeri, sayangnya setelah dianalisa yang menunjukkan ciri-ciri suara dari luar ke dalam, masuk ke dalam kompresi hanophone, “Jelas beda sama suara tukang roti yang biasanya kedengeran di jalan, biar lebih jelasnya coba aja liat di blog gue http://soundofyogi.blogspot.com” ungkap Demit.

Ketika ditanya soal analisa suara Tubagus Arif dalam rekaman makian yang tertuju kepada Gubernur Ahok, Demit juga menceritakan analisanya, “Gue gak kenal siapa Tubagus Arif itu tapi yang jelas gue diminta oleh @HansDavidian untuk bandingin suara ‘Anjing Cina’ dengan suara ‘Memalukan’ yang hasilnya terlalu mirip untuk disuarakan oleh dua orang,” ceritanya kepada Politwika.

Soal serangan virtual di media sosial, ternyata Demit seringkali mendapatkan serangan, “Kalo lagi males ya gue block, kalo nggak ya gue maen-maenin deh,” tukasnya. Nah, Demit juga punya pesan nih buat kalian-kalian pengguna media sosial, “Jangan seperti katak dalam tempurung yang cuma berani follow dan interaksi sama orang-orang yang sependapat sama elo, berinteraksilah sama orang yang bersebrangan pendapat sama elo dan berdebat secara sehat, dari situ elo bisa lebih banyak belajar.”

Gimana udah berani kayak Demit?

Related Posts